SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempercepat penguatan infrastruktur transportasi air dengan menyiapkan fasilitas tambat kapal berkapasitas besar di sepanjang alur Sungai Mahakam. Langkah ini ditempuh sebagai solusi atas padatnya aktivitas pelayaran sekaligus upaya optimalisasi pendapatan daerah dari sektor jasa kepelabuhanan.
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Kalimantan Timur, Ahmad Maslihuddin, menjelaskan bahwa pembangunan tahap awal dirancang efisien namun tetap mengedepankan aspek keselamatan.
“Pembangunan tahap awal akan difokuskan di dua lokasi strategis, yakni kawasan Sungai Kunjang dan Sungai Lais,” ujar Ahmad Maslihuddin di Samarinda, Minggu.
Pada tahap pertama, Dishub Kaltim merencanakan pembangunan enam unit tiang tambat (dolphin) di kawasan Sungai Kunjang. Sementara di Sungai Lais akan dibangun 10 unit tiang tambat. Dengan demikian, total terdapat 16 titik tambat yang disiapkan pada fase awal proyek ini.
Setiap unit dolphin dirancang memiliki kapasitas tinggi. Satu titik tambat bahkan dapat digunakan hingga tiga lapis sandar kapal secara bersamaan.
“Satu dolphin itu bisa digunakan hingga tiga lapis sandar. Artinya, satu titik tambat dapat mengakomodasi beberapa kapal sekaligus. Ini sangat efektif untuk melayani kapal-kapal yang membutuhkan area sandar sementara di tengah padatnya lalu lintas sungai,” jelasnya.
Saat ini, Dishub Kaltim masih melakukan kajian teknis mendalam terkait desain konstruksi. Fokus kajian diarahkan pada upaya penyederhanaan desain agar biaya pembangunan lebih efisien, tanpa mengurangi kekuatan dan standar keselamatan.
Maslihuddin menyebutkan, apabila desain yang lebih ekonomis dapat diterapkan, jumlah titik tambat berpotensi ditambah.
“Kami masih menghitung secara detail. Jika konstruksi bisa disederhanakan dan anggaran lebih efisien, bukan tidak mungkin jumlahnya bertambah dari 16 menjadi sekitar 20 titik tambat,” ungkapnya.
Proyek pembangunan fasilitas tambat kapal ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir 2026. Keberadaannya diharapkan mampu memperlancar arus logistik dan pelayaran di Sungai Mahakam, yang selama ini menjadi urat nadi transportasi dan distribusi barang di Kalimantan Timur.
Selain mendukung kelancaran logistik, fasilitas tersebut juga diproyeksikan menjadi sumber baru peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui layanan kepelabuhanan dan jasa sandar kapal.
Dengan infrastruktur transportasi air yang lebih mumpuni, Pemprov Kaltim optimistis daya saing logistik jalur sungai akan meningkat, seiring peran strategis Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga utama Ibu Kota Nusantara. (MK)
Editor: Agus S




