Pemuda Diduga Gangguan Mental Dipulangkan ke NTT

BONTANG – Seorang pemuda asal NTT dipulangkan ke kampung halamannya, Jumat (13/1/2023) pagi tadi sekira pukul 08.00 WITA menumpang Kapal Egon. Kondisi pemuda itu diduga mengalami gangguan mental.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Loktuan, Aipda Bajuri membeberkan kronologi ditemukannya pemuda bernama Lius (32) tersebut.

Hari Rabu (11/1/2023) lalu, dirinya mendapat informasi dari warga, ada seorang pemuda yang diduga mengalami gangguan mental berada di Pelabuhan Loktuan seorang diri. Warga melaporkan karena ketakutan melihat kondisi pemuda itu.

Warga menduga pemuda itu mengalami gangguan mental karena tidak bisa diajak komunikasi sama sekali. Tidak nyambung saat diajak bicara. Bahkan pernah hampir mau bunuh diri dengan melompat ke laut.

“Sepertinya depresi. Sama sekali tidak bisa diajak komunikasi,” ujar Aipda Bajuri saat dihubungi Radarbontang.com, Jumat.

Aipda Bajuri menindaklanjuti laporan itu dengan mendatangi Pelabuhan Loktuan. Membawa pemuda tersebut ke rumah singgah. Lalu menghubungi Ketua Paguyuban NTT, Letda Jhon Bay di Bontang, untuk memberi tahu ada seorang pemuda asal NTT yang membutuhkan bantuan.

Baca Juga:  Terseret Arus Air, Bocah di Loktuan Ditemukan Meninggal di Gorong-Gorong

Setelah menelusuri handphone milik pemuda itu, pihaknya berhasil menemukan keluarganya. Adiknya yang berdomisili di Banjarmasin datang ke Bontang, Kamis kemarin untuk menjemput kakaknya.

“Kebetulan ada Kapal EGON datang, Lius dipulangkan ke tempat asalnya. Ia dapat bantuan ongkos tiket dari PT Pupuk Kaltim,” ujarnya.

Sebelum berangkat, pihak keluarga membuat pernyataan, bahwa dalam perjalanan tidak akan melakukan tuntutan apapun kepada pihak Pelni maupun pihak lainnya. Bilamana saudara lius atau yang bersangkutan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama dalam perjalanan.

Saat ditanya bagaimana pemuda itu bisa tiba-tiba berada di Pelabuhan Loktuan? Aipda Bajuri tidak bisa menjawab. Hanya dugaannya bersama warga, pemuda itu menumpang Kapal Binaiya yang sedang berlabuh di Pelabuhan Loktuan. Kemudian menyelinap turun dan tertinggal kapal. (al)

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.