SAMARINDA – Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian terhadap Muhammad Pajar, remaja yang dilaporkan terseret arus Sungai Karang Mumus di kawasan Jalan Kesehatan Dalam, Samarinda. Memasuki hari kedua, Sabtu (25/10/2025), operasi pencarian diperluas hingga 5 kilometer ke arah hilir sungai, setelah sebelumnya hanya direncanakan sejauh 2 kilometer.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menjelaskan bahwa pencarian dimulai sejak pukul 07.00 Wita. Perpanjangan area penyisiran menjadi 5 kilometer diambil sebagai langkah antisipasi terhadap derasnya arus sungai yang berpotensi membawa korban lebih jauh dari lokasi awal.
“Dapat kami informasikan, telah dilakukan pencarian mulai dari jam 7 pagi tadi, dilakukan penyisiran sejauh rencana awal 2 km, tapi berhubung kita pertimbangkan derasnya arus, kita perpanjang menjadi 5 km ke arah hilir,” ujar Mardi di lokasi kejadian.
Ia mengungkapkan, tantangan terbesar yang dihadapi tim di lapangan adalah arus sungai yang kuat serta kondisi cuaca yang sempat berawan dan diguyur hujan sejak pagi. “Arus yang cukup kuat dari hulu ke hilir membuat tim harus lebih waspada,” tambahnya.
Dalam operasi hari kedua ini, pihak keluarga korban turut diikutsertakan dalam perahu penolong untuk menyaksikan langsung upaya pencarian. Hal ini dimaksudkan agar keluarga mengetahui bahwa seluruh proses dilakukan secara maksimal.
Tim SAR gabungan yang terlibat terdiri dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, BPBD Samarinda, relawan, dan masyarakat setempat. Sebanyak tiga unit perahu karet (rubber boat) dikerahkan, dengan personel yang bergantian sif selama proses pencarian berlangsung.
Terkait metode pencarian, Mardi menjelaskan bahwa tim fokus pada penyisiran tepi sungai dan jalur air menggunakan perahu karet. “Untuk penyelaman kita pertimbangkan tidak efektif karena kondisi arus yang deras. Kalaupun dipaksakan akan membahayakan keselamatan penolong,” tegasnya.
Operasi pencarian dijadwalkan berlangsung hingga pukul 17.30 Wita dan akan dilanjutkan kembali keesokan harinya apabila korban belum ditemukan. (MK)
Editor: Agus S




