Penghadangan Bus Madura United Tuai Kecaman, Manajemen Borneo FC Minta Maaf dan Janji Sanksi Tegas

SAMARINDA – Laga panas Super League 2025/2026 antara Borneo FC Samarinda dan Madura United di Stadion Segiri, Sabtu (22/11) malam, tercoreng insiden tidak terpuji. Bus rombongan Madura United dikabarkan dihadang sejumlah oknum suporter saat melintas di Samarinda pada Kamis (20/11) malam.

Kejadian tersebut ramai beredar melalui video amatir, memicu kecaman luas sekaligus membuat manajemen Borneo FC dan kelompok suporter resmi bergerak cepat untuk meredam tensi.

Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri. (Inst: Dandri)

Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, langsung menghubungi manajemen Madura United untuk menyampaikan permohonan maaf. Ia menegaskan insiden itu dilakukan oleh pihak yang tidak mewakili klub maupun komunitas suporter resmi.

“Ini sangat memalukan bagi klub dan Kota Samarinda. Kami sudah menerima laporan dan langsung mengambil keputusan untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum yang terlibat,” ujar Dandri.

Menurutnya, tindakan tidak sportif tersebut harus menjadi peringatan agar suporter tetap menjunjung sportivitas. Ia berharap Madura United menerima permohonan maaf resmi yang telah disampaikan pihak klub.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga besar Madura United. Ini murni ulah segelintir orang. Kami akan membina ulang pihak-pihak yang melakukan tindakan paling bodoh itu,” tambahnya.

Baca Juga:  Kejurprov Kick Boxing, Atlet Bontang Raih 2 Emas dan 1 Perak

Reaksi tegas juga datang dari dua kelompok suporter resmi, Pusamania dan MSA. Ketua Umum Pusamania, Lasihadu, menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak mencerminkan nilai dan budaya suporter Borneo FC.

Menurut Lasihadu, Pusamania, MSA, dan perwakilan suporter Madura United, K-Conk Mania, telah bertemu untuk memastikan suasana tetap kondusif menjelang pertandingan.

“Setelah kejadian tadi malam, kami langsung bergerak cepat. Siang tadi kami bertemu dengan K-Conk Mania untuk menyepakati langkah ke depan. Kejadian itu murni ulah oknum, bukan Pusamania,” jelasnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk menjaga Samarinda tetap menjadi kota yang aman dan ramah bagi seluruh suporter tim tamu.

Di tengah polemik, Dandri memastikan persiapan teknis tim tetap berjalan normal dan fokus menuju pertandingan.
“Alhamdulillah, tim tetap fokus. Kami berharap dukungan masyarakat Samarinda agar Borneo FC melanjutkan tren positif,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.