Penikaman di Simpang Otista Samarinda, Korban Tewas Usai Ditusuk di Ulu Hati

SAMARINDA — Aksi kekerasan kembali menggemparkan Kota Samarinda. Seorang warga tewas setelah menjadi korban penikaman dalam pertikaian berdarah di simpang tiga Jalan Otto Iskandar Dinata–Jalan Sultan Alimuddin, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Senin (5/1/2026) siang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.40 Wita dan sontak membuat situasi di lokasi berubah mencekam. Korban mengalami luka tusuk serius di bagian ulu hati yang menyebabkan kondisinya kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.

Saksi mata di lokasi kejadian, Yosi, menuturkan insiden bermula dari pertengkaran hebat. Ia melihat dua orang berboncengan mendatangi korban. Salah satu pelaku langsung melakukan pemukulan, sementara pelaku lainnya mengeluarkan senjata tajam dan menikam korban.

“Awalnya bertengkar, lalu datang dua orang berboncengan. Yang satu memukul, yang satu lagi menikam pakai pisau tepat di ulu hati,” ujar Yosi.

Melihat korban bersimbah darah di dekat pembatas jalan, Yosi sempat berupaya menghentikan kendaraannya untuk menolong. Namun, ia mengurungkan niat tersebut setelah salah satu pelaku berbalik mengejarnya sambil membawa pisau.

Baca Juga:  Monitoring Posyandu, Maria Christina Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Kampung

“Saya terpaksa lari menyelamatkan diri karena salah satu pelaku mengejar,” katanya.

Yosi juga menyebutkan bahwa terdapat tiga orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Selain dua pria pelaku pemukulan dan penikaman, seorang perempuan sempat terlihat berada di lokasi dan mencoba melerai pertikaian.

Kekerasan tidak berhenti meski korban telah terkapar. Menurut saksi, pelaku masih melakukan tendangan ke arah tubuh korban yang sudah tidak berdaya di jalan.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Satria dan dilarikan ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie dalam kondisi koma. Namun, setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan korban meninggal dunia akibat luka tusuk yang sangat dalam.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polsek Samarinda Kota maupun Polresta Samarinda belum memberikan keterangan resmi terkait identitas pelaku maupun motif pengeroyokan maut tersebut. Aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi untuk memburu para pelaku yang melarikan diri.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.