Penurunan Angka Stunting Prioritas Utama di Masa Kepemimpinan Neni

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyatakan dengan tegas, jika program penurunan angka stunting menjadi prioritas utama di masa kepemimpinannya. Berbagai upaya pun telah dilakukan, dan akan terus digencarkan secara terintegrasi lintas sektor.

“Langkah pertama yang kami lakukan adalah pengumpulan dan verifikasi data yang akurat. Setelah itu, dilakukan operasi timbang angka, pemberian makanan tambahan, dan tentunya pemantauan yang ketat di lapangan,” ucapnya, Kamis (21/8/2024).

Terlebih lagi, dirinya menyebutkan bahwa dari hasil evaluasi awal telah menunjukkan adanya tren perbaikan, dimana setelah satu bulan berjalan, hasil laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, menunjukkan di angka 30 persen.

“Maka dari data hasil laporan Dinkes, dari anak-anak yang sebelumnya masuk di kategori stunting, sekarang telah menunjukkan perkembangan yang lebih baik lagi dari yang sebelumnya,” tambahnya.

Sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang juga melakukan (MoU) dengan Fakultas Kedokteran dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Untuk bekerjasama dengan tujuan, menghadirkan tenaga ahli yang akan membantu proses pendampingan dan penanganan kasus stunting di wilayah Kota Bontang.

Baca Juga:  Kelurahan Belimbing Juara Lomba PHBS

“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena kehadiran tenaga ahli dari UMKT, dimana nantinya akan memperkuat intervensi berbasis medis dan akademik, terutama dalam edukasi gizi dan pemantauan kesehatan ibu hamil serta balita,” ungkapnya.

Maka dengan diluncurkannya Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), nantinya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan, Pemkot Bontang berharap angka stunting dapat ditekan secara signifikan dalam waktu yang lebih cepat.

“Ini bukan hanya tugas Dinkes saja, tapi tugas kita semua. Kami berharap partisipasi aktif masyarakat dalam menyukseskan program ini. Anak-anak adalah masa depan kita, dan mereka berhak mendapatkan tumbuh kembang yang optimal,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.