Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji Aman di Jepara, Kudus, dan Pati Meski Diterjang Banjir

SEMARANG — Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta elpiji di wilayah Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati tetap aman dan terkendali meskipun sejumlah daerah terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Taufiq Kurniawan, di Semarang, Sabtu, menyampaikan bahwa Pertamina telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga kelancaran pasokan energi di kawasan terdampak.

Ia menjelaskan, banjir sempat mengganggu beberapa jalur suplai utama, di antaranya wilayah Trengguli, Kabupaten Demak, kawasan Kaligawe dan Pengapon di Kota Semarang, serta jalur lintas Kudus–Jepara–Juwono. Kondisi tersebut berpotensi menghambat distribusi jika tidak diantisipasi dengan cepat.

“Untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, kami melakukan pengaturan jalur alternatif dan penyesuaian pola distribusi,” kata Taufiq.

Menurut dia, Pertamina secara intensif melakukan monitoring dan mitigasi di lapangan. Salah satu langkah yang diterapkan adalah pengaturan distribusi pada dini hari, saat lalu lintas relatif lengang, guna menghindari kemacetan dan genangan air di sejumlah titik rawan.

Baca Juga:  Vaksinasi Darurat untuk Tangani Wabah PMK

“Kami melakukan distribusi pada dini hari serta mengalihkan jalur suplai melalui rute alternatif, seperti Grobogan–Mranggen, agar distribusi BBM dan elpiji tetap berjalan meskipun terdapat kendala akibat banjir,” ujarnya.

Selain menjaga pasokan BBM, Pertamina juga menambah pasokan elpiji 3 kilogram di wilayah terdampak untuk mencegah kelangkaan dan menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Penambahan pasokan tersebut meliputi 33.600 tabung untuk Kabupaten Jepara, 29.080 tabung untuk Kabupaten Kudus, dan 37.520 tabung untuk Kabupaten Pati.

“Penambahan pasokan fakultatif elpiji 3 kg ini kami lakukan agar masyarakat tetap bisa mendapatkan elpiji sesuai harga eceran tertinggi (HET) dan tidak terjadi lonjakan harga di lapangan,” jelas Taufiq.

Di sisi lain, Pertamina mencatat terdapat beberapa SPBU di wilayah Kudus yang terdampak banjir sehingga harus menghentikan operasional sementara sesuai prosedur keselamatan. SPBU tersebut antara lain SPBU 43.593.18 di Jalan Lingkar Utara Bacin, SPBU 44.593.15 di Jalur Pantura Demak–Kudus, dan SPBU 48.595.05 di Jalan Raya Demak (perbatasan Kudus–Demak).

Sebagai langkah antisipasi, konsumen diarahkan ke SPBU terdekat yang masih beroperasi, seperti SPBU 44.593.04 Matahari di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kudus, SPBU 44.593.01 Prambatan di Jalan Raya Kudus–Jepara, SPBU 44.593.09 Hadipolo di Jalan Raya Kudus–Pati, serta SPBU 44.593.25 Rendeng di Jalan Jenderal Sudirman Kudus.

Baca Juga:  Puskapol UI Soroti Perbedaan Logika Publik dan Politisi dalam Revisi UU Pemilu

Terkait kualitas produk, Taufiq menegaskan bahwa Pertamina tidak akan mengoperasikan kembali fasilitas terdampak sebelum dilakukan pemeriksaan menyeluruh.

“Kami memastikan kualitas BBM dan elpiji tetap sesuai standar. Setiap SPBU yang terdampak banjir akan dicek secara menyeluruh sebelum kembali melayani masyarakat,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.