PMI Kutim Salurkan 700 Paket Sekolah dan Al-Qur’an di Aceh

SANGATTA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kutim menuntaskan penyaluran bantuan kemanusiaan selama dua hari, 29–30 Januari 2026, di dua wilayah terdampak parah, yakni Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur.

Dipimpin langsung Ketua PMI Kutim Kasmidi Bulang, rombongan PMI Kutim turun ke lokasi bencana dengan membawa 700 paket perlengkapan sekolah untuk pelajar SD, SMP, hingga SMA sederajat. Bantuan itu menjadi harapan baru bagi pelajar yang kehilangan perlengkapan belajar akibat terjangan banjir bandang disertai lumpur.

Jejak bencana masih terasa kuat saat rombongan tiba di Aceh Tamiang. Meski hampir dua bulan berlalu, debu sisa lumpur masih pekat, puing bangunan berserakan, tenda-tenda pengungsian berdiri di sepanjang Jalur Nasional Medan–Aceh. Bahkan, garis kuning bekas genangan air masih membekas jelas di dinding Markas PMI Aceh Tamiang menjadi penanda tingginya banjir yang sempat melumpuhkan kawasan itu.

Selain menyerahkan bantuan di Markas PMI, rombongan juga meninjau langsung SMPN 1 dan SMAN 1 Manyak Payed. Lingkungan sekolah masih dipenuhi relawan TNI dan Taruna Latsitarda Nusantara yang berjibaku membersihkan sisa lumpur menggunakan alat berat.

Baca Juga:  Pokir DPRD Kaltim Memanas, 160 Usulan Belum Disepakati

Di hadapan siswa dan guru, Kasmidi Bulang menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian masyarakat Kutai Timur (Kutim) terhadap saudara-saudara mereka di Aceh, khususnya para pelajar.

“School kit yang dibagikan ini adalah amanah masyarakat Kutai Timur. Terutama dari adik-adik dan anak-anak sekolah di Kutai Timur. Alhamdulillah, hari ini bantuan itu sudah kita sampaikan langsung,” ujar Kasmidi, didampingi Sekretaris PMI Kutim Willhelmus Wio Doi, Senin (2/2/2026).

Wakil Bupati Kutim periode 2016–2024 itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak mulai dari masyarakat, pelajar, relawan, hingga swasta yang telah mempercayakan penyaluran bantuan melalui PMI Kutim. Ia berharap, bantuan tersebut menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat.

“Kepada adik-adik yang tertimpa musibah, tetap semangat. Kita ini satu Indonesia, saling menguatkan. Jadikan ini pelajaran untuk terus belajar lebih giat demi masa depan yang lebih kuat,” pesannya.

Rinciannya, di Aceh Tamiang PMI Kutim menyerahkan 150 paket sekolah untuk pelajar SMAN 1 Manyak Payed dan 197 paket sekolah untuk SMPN 1 Manyak Payed. Sementara di Aceh Timur, bantuan disalurkan sebanyak 157 paket sekolah untuk MAN 2 Aceh Timur dan 196 paket sekolah untuk SDN Tanah Rata.

Baca Juga:  Sabu 3 Kg Dimusnahkan, Kurir Digaji Rp 60 Juta untuk Kirim dari Tarakan ke Bontang

Tak hanya bantuan fisik, PMI Kutim juga memberikan trauma healing kepada anak-anak korban banjir bandang melalui terapi bermain. Suasana ceria pun tercipta. Anak-anak terlihat antusias, saling berebut menjawab pertanyaan yang diselingi hadiah uang tunai.

Dalam misi kemanusiaan ini, PMI Kutim juga menyalurkan 130 Al-Qur’an bantuan Baznas Kutim ke sejumlah rumah ibadah, mulai dari masjid, musala, hingga pondok pesantren.

Menariknya, penyaluran bantuan turut melibatkan perwakilan pelajar dari Kutim. Mereka diajak melihat langsung kondisi pascabencana sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran. Dua pelajar tersebut yakni Marvel Octavian Marampa (SMP YPPS) sebagai perwakilan pelajar SMP dan Jamilah, siswi SMAN 2 Sandaran, sebagai perwakilan pelajar SMA.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.