SANGATTA – Polres Kutai Timur (Kutim) memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Hal itu ditandai dengan digelarnya Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2026, yang melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, serta berbagai stakeholder terkait.
Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Fauzan Arianto menegaskan, apel gelar pasukan menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana prasarana yang akan digunakan selama operasi berlangsung.
“Operasi Ketupat Mahakam 2026 dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Dalam operasi tersebut, sebanyak 933 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan wilayah Kutai Timur selama masa Ramadan hingga Idulfitri. Personel tersebut terdiri dari 432 anggota Polri, 141 personel TNI, serta 360 personel dari unsur pemerintah daerah dan elemen masyarakat.
Ratusan personel itu akan disebar di sejumlah pos pengamanan dan pelayanan yang telah disiapkan di titik-titik strategis.
Polres Kutim menyiapkan tujuh pos, terdiri dari satu pos terpadu di Simpang Tiga Pendidikan Sangatta Utara. Kemudian dua pos pengamanan di kawasan wisata Pantai Kenyamukan dan Pantai Teluk Lombok Sangkima.
Selain itu, terdapat empat pos pelayanan yang berada di Jalan Poros Sangatta–Bontang Teluk Pandan, Simpang Tiga Perdau Bengalon, Simpang Tiga Hotel Mesra Sangkulirang, serta Bundaran SP4 Kongbeng.
Pos-pos tersebut disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengamankan berbagai objek vital selama masa Lebaran. Mulai dari jalur mudik, terminal, bandara, pusat perbelanjaan, hingga lokasi wisata yang diprediksi ramai dikunjungi.
Tidak hanya itu, aparat juga akan melakukan pengamanan di 155 masjid dan 107 lapangan yang akan digunakan masyarakat untuk pelaksanaan salat Idulfitri.
Fauzan menambahkan, pengamanan juga difokuskan pada sejumlah titik rawan. Baik potensi kecelakaan lalu lintas, kemacetan, bencana, maupun tindak kriminalitas. Termasuk patroli di kawasan pemukiman yang ditinggalkan pemiliknya saat mudik.
“Melalui Operasi Ketupat Mahakam ini kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan, mudik, hingga merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” jelasnya.
Polres Kutim juga menyiagakan layanan hotline 110 yang dapat diakses masyarakat secara gratis selama 24 jam untuk melaporkan kejadian darurat maupun gangguan keamanan.
Kapolres mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban selama Ramadan dan Lebaran, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan mudik.
“Dengan kerja sama semua pihak, kami berharap pelaksanaan mudik dan perayaan Idulfitri di Kutai Timur dapat berlangsung aman dan kondusif,” pungkasnya.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




