SAMARINDA — Pemasangan portal pembatas di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Kamis (29/1/2026) pagi, memicu ketegangan di lapangan. Kebijakan yang diberlakukan lebih awal dari jadwal sosialisasi membuat puluhan kendaraan angkutan berat tertahan dan memantik protes para sopir logistik.
Pantauan Mediakaltim.com di lokasi, portal dipasang sekitar pukul 10.30 WITA. Padahal, informasi yang diterima para pengemudi sebelumnya menyebutkan penutupan baru dimulai pukul 12.00 WITA. Selisih waktu sekitar satu setengah jam itu berdampak langsung pada distribusi barang, terutama kebutuhan pokok.
Adi Suryo, sopir angkutan sembako, mengaku kecewa karena kendaraannya tertahan tepat di mulut jembatan meski telah menghitung waktu tempuh dari pelabuhan peti kemas.
“Kami sudah hitung waktu perjalanan. Harusnya jam 10.30 masih bisa lewat. Tapi sampai di sini portal sudah terpasang. Kalau sembako rusak, jangan salahkan sopir, ini karena aturannya berubah mendadak,” keluh Adi.
Ia menyoroti risiko keterlambatan distribusi terhadap komoditas sensitif seperti telur dan bahan pangan segar lainnya yang mudah rusak dan berpotensi memicu kenaikan harga di pasar.
“Kami ini cari makan harian. Anak saya empat masih sekolah semua. Kalau distribusi tersendat begini, yang paling terdampak ya sopir,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Yusliando, menjelaskan bahwa percepatan pemasangan portal dilakukan karena pertimbangan keselamatan. Kondisi Jembatan Mahulu dinilai rawan setelah tiga kali mengalami tabrakan kapal dalam waktu satu bulan.
“Rekan-rekan dari PU sangat khawatir. Selama belum ada uji lanjutan, keamanan jembatan belum bisa dijamin jika dilintasi kendaraan berat. Karena itu penutupan dipercepat demi keselamatan bersama,” jelas Yusliando.
Sebagai langkah mitigasi, Dishub Kaltim menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, di antaranya:
– Kendaraan berat dialihkan melintasi Jembatan Mahakam IV (Jembatan Kembar).
– Jam operasional terbatas, jembatan hanya dibuka pukul 22.00–05.00 WITA dengan sistem buka-tutup.
– Kantong parkir disiapkan di kawasan Palaran dan Jalan Sutami bagi kendaraan yang menunggu giliran melintas.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Pera Kaltim, Muhammad Muhran, mengatakan pihaknya akan segera melakukan uji dinamik dan Non-Destructive Test (NDT) ulang untuk memastikan kondisi struktur jembatan.
“Tabrakan ketiga ini membuat kami tidak berani mengambil risiko. Untuk sementara hanya kendaraan roda empat ke bawah yang diizinkan melintas. Sabtu nanti tim uji dijadwalkan datang untuk memeriksa ulang pondasi dan struktur,” ungkap Muhran.
Ia menegaskan, pemasangan portal bersifat sementara. Jika hasil pengujian dalam sepekan ke depan menyatakan jembatan aman, maka akses kendaraan berat akan dibuka kembali.
“Jembatan Mahulu ini urat nadi ekonomi Samarinda. Kami minta semua pihak bersabar agar tidak terjadi risiko yang lebih besar,” pungkasnya. (MK)
Editor: Agus S




