Potensi Sangatta Utara Besar, Tapi Masih Ada RT Gelap dan Tak Dialiri PDAM

SANGATTA – Kecamatan Sangatta Utara tak hanya dikenal sebagai wilayah penyangga pertambangan. Daerah yang menjadi pusat ibu kota Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ini menyimpan beragam potensi ekonomi yang bisa terus dikembangkan, mulai dari pertanian, perikanan hingga UMKM dan wisata desa.

Camat Sangatta Utara Hasdiah mengatakan, pihaknya kini mulai memetakan potensi unggulan di setiap desa dan kelurahan, agar pengembangan ekonomi lokal berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

“Desa Sangatta Utara dipetakan sebagai bidang perekonomian. Kelurahan Teluk Lingga pengembangan air tawar. Desa Swarga Bara pengembangan UMKM batik. Desa Singa Gembara potensi kebudayaan,” ujar Hasdiah dalam Musrenbang Kecamatan Sangatta Utara.

Namun ia mengakui, pengembangan potensi tersebut masih terkendala infrastruktur dasar. Hasdiah menyebut masih ada RT yang belum menikmati listrik dan layanan PDAM.

“Kami dapat laporan Desa Sangatta Utara belum teraliri listrik kurang lebih 5 RT, dan belum menikmati PDAM 20 RT. Singa Gembara kurang lebih 5 RT belum menikmati air dan listrik, Swarga Bara sekitar 7 RT,” ungkapnya.

Baca Juga:  DPMPD Kaltim Maksimalkan Program GratisPol untuk Percepat Digitalisasi Desa

Ia menegaskan, kondisi itu cukup memprihatinkan karena Sangatta Utara berada di tengah kota. Selain itu, persoalan penataan ruang juga menjadi perhatian, terutama aktivitas PKL yang berjualan di pinggir jalan hingga menutup saluran drainase.

“Banyak PKL berjualan hampir di setiap pinggir jalan bahkan ada yang menutup paret,” katanya.

Hasdiah juga menyoroti persoalan sampah akibat belum meratanya Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Ia berharap persoalan kebersihan kota segera ditangani, termasuk penanganan stunting dan penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“STQ atau Taman Bersemi merupakan aset kecamatan, tapi sampai hari ini belum ada pergerakan dari pihak terkait,” tuturnya.

Musrenbang Kecamatan Sangatta Utara tahun ini mengusung tema Transformasi Ekonomi Berkelanjutan melalui Penguatan Infrastruktur dan SDM Berdaya Saing Menuju Kutai Timur Sejahtera. Hasdiah menegaskan tidak semua usulan bisa langsung terakomodir karena keterbatasan anggaran, sehingga perlu penetapan prioritas pembangunan.

“Tidak semua usulan dapat terakomodir sekaligus. Kita perlu menetapkan skala prioritas secara bijak,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Baca Juga:  Night Fun Run 5K dan Peluncuran Gerbang Nusantara, Alun-alun PPU Dipenuhi Warga
Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.