Prabowo Pamer Capaian Setahun Kabinet Merah Putih: Reformasi Hukum, Pemberantasan Korupsi, hingga Penguatan Pertahanan

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap reformasi hukum, pemberantasan korupsi, penguatan pertahanan, dan pembangunan infrastruktur nasional dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Sidang tersebut menjadi momentum evaluasi dan pemaparan capaian strategis selama satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih.

Dalam arahannya, Prabowo menyoroti keberhasilan pemerintah menaikkan gaji hakim tingkat rendah hingga 280 persen sebagai langkah untuk menjaga integritas lembaga peradilan. Menurutnya, kesejahteraan hakim adalah syarat penting agar mereka dapat bekerja dengan kehormatan dan tidak mudah disuap.

“Kita minta hakim-hakim kita hidupnya baik, terhormat, supaya tidak bisa disogok. Hakim-hakim kita tidak boleh dibeli oleh siapa pun, itu tujuan kita,” tegas Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan bentuk keistimewaan, melainkan tanggung jawab negara untuk memastikan peradilan berjalan bersih. Ia juga mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum yang berhasil menyelamatkan uang negara dalam jumlah besar.

“Bukti hari ini, kita berhasil mendapat Rp13 triliun dari Rp17 triliun yang diputuskan pengadilan. Hakim-hakimnya punya hati nurani dan keberanian memutuskan dengan benar. Itu bukti sistem mulai berjalan baik,” ujarnya.

Baca Juga:  Survei LSI: 66,1 Persen Publik Menolak Pilkada Lewat DPRD, Gen Z Paling Kuat Menentang

Selain itu, Prabowo mengungkapkan keberhasilan pemerintah mengalihkan anggaran Rp306 triliun yang sebelumnya rawan diselewengkan menjadi dana produktif untuk program-program rakyat. Ia menegaskan tekad untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Kita bertekad tidak ada kasus korupsi yang tak bisa diselidiki. Tidak ada yang untouchable lagi. Saya terima kasih kepada para penegak hukum yang tegar menjalankan tugas mulia ini,” katanya.

Pemerintah, lanjut Prabowo, juga berhasil menghentikan tambang-tambang ilegal serta mengambil kembali lahan kelapa sawit yang dikuasai secara melawan hukum. Ia menegaskan bahwa langkah tegas tersebut semata-mata untuk melindungi kepentingan rakyat.

“Mungkin ada pihak yang teriak-teriak, tapi biarkan saja. Mereka itu yang melanggar hukum, yang mencuri dari rakyat Indonesia hingga menyebabkan banyak rakyat masih miskin karena kekayaannya dicuri,” ucapnya tegas.

Di bidang pertahanan, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah memperkuat Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui penambahan batalion dan peningkatan kesiapsiagaan pasukan. Indonesia, katanya, siap berperan dalam menjaga perdamaian dunia, termasuk di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga:  Noel Jalani Sidang Perdana, Jaksa Beberkan Gratifikasi Rp3,3 Miliar hingga Motor Ducati

“Mudah-mudahan kita bisa ikut berperan dalam penyelesaian konflik di Gaza. Saya sudah perintahkan TNI siap mengirim 20 ribu personel. Sudah ada beberapa negara yang menanyakan kesiapan kita, dan kita siap mendukung perdamaian di Timur Tengah maupun wilayah lain,” ungkapnya.

Selain sektor hukum dan pertahanan, Presiden juga menyoroti pembangunan tanggul laut sepanjang 535 kilometer di pantai utara Jawa, sebagai upaya melindungi kawasan industri dan lahan pertanian dari ancaman naiknya permukaan laut.

“Pantai utara Jawa menampung sekitar 60 persen industri nasional dan ribuan hektare sawah yang harus kita selamatkan dari ancaman air laut,” tutup Prabowo.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.