NUSANTARA – Praktik prostitusi daring di Kecamatan Sepaku, kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), terus marak meski Satpol PP Provinsi Kaltim berulang kali melakukan penertiban. Modusnya tetap sama: menyewa kamar penginapan untuk long stay dan melayani pelanggan melalui aplikasi MiChat.
Wilayah Sepaku yang dipadati pekerja luar daerah—khususnya pekerja konstruksi—menjadi magnet bagi PSK dari berbagai kota. Cuan yang besar membuat para PSK terus berdatangan dan kembali beroperasi.
Salah seorang PSK, CFA (36) asal Jawa Tengah, mengaku baru dua minggu berada di Sepaku. “Baru dateng. Sempat pulang, terus balik lagi ke sini,” ujarnya, Sabtu (6/12/2025) dini hari.
PSK lain, FB (22), mengatakan bahwa ia mengoperasikan akun MiChat sendiri tanpa perantara. Namun, banyak rekan seprofesinya menggunakan jasa joki. “Banyak sih yang pakai joki. Dari Banjar (Banjarmasin) biasanya,” katanya.
Jika menggunakan joki, PSK wajib memberikan komisi Rp50 ribu setiap satu pelanggan. Sementara tarif layanan seksual berkisar Rp400–Rp800 ribu per sekali kencan, tergantung usia dan penampilan.
PSK di kawasan IKN berasal dari berbagai daerah: Balikpapan, Samarinda, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Sulawesi. Usia mereka mulai 22 tahun hingga di atas 40 tahun. Pelanggannya pun beragam, mulai pekerja bangunan, kontraktor, pedagang pentol, hingga karyawan ritel.
Dalam sehari, para PSK rata-rata melayani 2–3 pelanggan. Saat momen gajian, jumlah pelanggan bisa melonjak, bahkan pernah mencapai 5–10 orang per hari pada 2024 hingga awal 2025.
Para PSK umumnya tinggal di penginapan dengan sistem sewa bulanan. Sebagian memilih kos sederhana untuk menekan biaya.
MiChat berjoki bekerja layaknya mucikari. Joki mengelola akun-akun PSK, mengunggah foto, membalas calon pelanggan, menentukan harga, hingga mengatur lokasi pertemuan. Satu joki dikabarkan dapat mengendalikan hingga 24 akun sekaligus, sementara satu PSK biasanya memiliki dua akun berbeda.
Rangkaian fakta ini terungkap dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) Satpol PP Kaltim pada Jumat (5/12/2025) hingga Sabtu dini hari. Petugas yang menyasar penjual minuman keras juga memeriksa sejumlah penginapan dekat jantung IKN, dan menemukan beberapa PSK di dalam kamar penginapan. (rb)
Editor: Agus S




