spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PT. EUP Bantah Cemari Perairan, Sahib Tegaskan Jangan Saling Menutupi

BONTANG – Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk bisa bersama-sama mencari kebenaran dan solusi dari kasus pencemaran perairan Bontang Lestari dan Santan Ilir yang diduga dari limbah perusahaan.

Sahib tegas mengatakan, tidak mungkin kejadian ini terjadi jika tidak ada penyebabnya, dimana secara tiba-tiba saja ikan-ikan tersebut mati mendadak langsung hingga ribuan.

“Kita cari kebenarannya bersama-sama, kalau ada yang membuat kesalahan, akui saja. Pastinya dari kesalahan itu ada konsekuensinya, dan itu nantinya kita akan cari solusinya. Jangan saling menutupi, untuk mendukung kesalahan suatu pihak, ucapnya saat RDP, Kamis (27/3/2025).

Bagi Sahib, tidak ada untungnya untuk mendukung pihak yang telah bersalah, terkecuali dukungan tersebut menguntungkan bagi diri sendiri, seperti halnya dalam istilah suap menyuap.

“Jangan dukung perusahaan itu, kalau memang salah. Kecuali keuntungan bagi diri sendiri, kemungkinan bisa saja terjadi. Berapapun masuk kantong, dan kejadian seperti ini seringkali terjadi, di luaran sana,” ungkapnya.

Baca Juga:  Masih Rahasia, Najirah Selektif Pilih Pasangan Maju Pilkada 2024

Kalaupun memang pihak PT. Energi Unggul Persada (EUP) melakukan kesalahan atas pencemaran lingkungan yang menyebabkan ratusan ikan mati, Sahib ingin pihaknya segera mengakui kesalahannya, untuk berkata jujur dan transparan.

“Jadi kalau rapat ini mau berjalan dengan baik, lebih baik berkata jujur. Kalau pun mulai awal sudah tidak jujur, pastinya tidak ada ujungnya, mau rapat berapa kali pun,” jelasnya.

Sebelumnya, saat rapat berlangsung pihak dari Humas PT. EUP, Jayadi membantah adanya tuduhan terkait aktivitas pencemaran limbah, dimana pihaknya beranggapan bahwa ikan-ikan mati karena adanya faktor lain, seperti halnya terbawa arus, oksigen, bahkan sabotase.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Most Popular