SAMARINDA – Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda bersama unsur Polri dan TNI pada Sabtu malam (13/12/2025) mengungkap sejumlah pelanggaran di tempat hiburan. Aparat menemukan praktik konsumsi minuman keras, termasuk miras oplosan di kafe, namun lokasi yang diduga sebagai area prostitusi justru tidak ditemukan pelanggaran.
Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswanti, mengatakan operasi Cipkon rutin dilakukan sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan ketertiban umum dan keamanan masyarakat.
“Malam hari ini seperti biasanya, kita dalam rangka Cipkon. Di mana kita memang harus memastikan Kota Samarinda ini dalam keadaan kondusif. Kita cegah dini, deteksi dini, kemungkinan-kemungkinan potensi rawan gangguan,” ujar Anis.
Dalam razia tersebut, petugas menyasar sejumlah kafe dan tempat hiburan yang diatur dalam Peraturan Daerah tentang ketertiban umum. Dari hasil pemeriksaan, Satpol PP menemukan adanya konsumsi minuman keras yang melanggar aturan.
“Dari beberapa kafe ada juga yang kita temukan mengonsumsi miras. Yang kedua, ada juga ternyata mirasnya itu dioplos, dikemas di dalam bentuk teko,” ungkap Anis.
Modus miras oplosan yang disajikan dalam teko diduga untuk mengelabui petugas agar tidak tampak seperti minuman beralkohol. Saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di area belakang, petugas menemukan banyak botol miras kosong yang menguatkan dugaan praktik tersebut.
Selain pelanggaran miras, Satpol PP juga menemukan tempat karaoke di kawasan MT Haryono yang tidak sesuai dengan peruntukan izinnya. Tempat tersebut diketahui hanya mengantongi izin UMKM melalui sistem OSS, namun beroperasi layaknya tempat hiburan malam.
“Dia semacam kayak THM karaoke. Tetapi izinnya yang dipasang OSS ternyata adalah UMKM. Artinya tidak sesuai dengan peruntukannya,” jelas Anis. Pihaknya pun memberikan teguran dan meminta pengelola segera menyesuaikan izin usaha.
Razia kemudian dilanjutkan ke kawasan Solong, yang sebelumnya dikenal sebagai Bendang Raya, menyusul keluhan warga terkait dugaan aktivitas prostitusi yang meresahkan lingkungan sekitar, terutama karena berdekatan dengan anak-anak usia sekolah.
“Tadi kami ke sana memang itu juga menjadi target dalam minggu-minggu akhir ini terhadap keluhan masyarakat… tapi saya lemas juga, kenapa? Ternyata jong pada saat sana kosong,” kata Anis.
Anis menduga kuat adanya kebocoran informasi menjelang pelaksanaan razia, meskipun belum dapat memastikan sumbernya.
“Jelas kenapa saya bisa ngomong kalau itu indikasi bocor? Karena pada saat di TKP sama sekali tidak ada pelanggar. Saya tidak yakin dalam satu komplek tidak ada satupun pelanggar,” tegasnya.
Meski demikian, Anis menegaskan Satpol PP tidak akan berhenti melakukan penertiban. Lokasi tersebut akan kembali menjadi target operasi berikutnya untuk memastikan benar-benar tidak ada aktivitas pelanggaran.
“Kalau memang sudah tutup dan patuh karena pernah ditertibkan, saya bersyukur. Tapi kalau tidak, itu menjadi catatan bahwa malam hari ini kita belum berhasil,” pungkasnya. (Dim)
Editor: Agus S




