BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menyambut baik kehadiran Yayasan Rumah Bunda Mulia (RBM) yang diluncurkan sebagai wadah kepedulian bagi ibu tunggal, janda, serta anak yatim di Kota Bontang.
Ketua Rumah Bunda Mulia Bontang, Farida, mengatakan lembaga tersebut hadir atas dasar kepedulian untuk membantu anak-anak yatim serta keluarga yang membutuhkan dukungan sosial.
Menurutnya, Rumah Bunda Mulia tidak hanya bergerak pada momentum tertentu seperti Bulan Ramadan, tetapi akan menjalankan berbagai program sepanjang tahun.
“Biasanya kegiatan sosial seperti ini ramai saat Ramadan saja. Tapi di Rumah Bunda Mulia kami ingin bergerak terus sepanjang tahun,” jelasnya.
Beberapa program yang akan dijalankan antara lain konseling bagi anak-anak yatim, pendampingan bagi ibu tunggal, hingga pembinaan keagamaan dan kewirausahaan untuk meningkatkan kemandirian keluarga.
Farida menambahkan, pihaknya juga tengah melakukan pendataan penerima manfaat melalui sistem pendataan daring yang disebarkan melalui RT.
Dalam pendataan tersebut, informasi keluarga dicatat secara rinci, termasuk status janda karena perceraian atau meninggal dunia, sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
“Kalau janda karena perceraian, anaknya bukan yatim, jadi yang kita santuni ibunya. Tapi anaknya tetap bisa mendapatkan konseling karena biasanya mereka menghadapi masalah psikologis akibat kondisi keluarga,” terangnya.
Saat ini, jumlah data yang telah masuk mencapai lebih dari 60 orang dan masih terus bertambah seiring proses pendataan yang berjalan.
Untuk sementara, sekretariat Rumah Bunda Mulia masih berada di kediaman Farida karena organisasi tersebut belum memiliki kantor tetap.
Ia berharap kehadiran Rumah Bunda Mulia dapat menjadi ruang kepedulian bersama bagi masyarakat, untuk membantu meningkatkan kesejahteraan ibu tunggal dan keluarga yatim di Kota Bontang.
“Kami ingin merangkul mereka agar tetap memiliki harapan, kekuatan, dan kesempatan untuk menata masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan apresiasi atas inisiatif yayasan tersebut, yang dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas.
Ia menegaskan, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memastikan seluruh warga mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga bagaimana kita memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam perjalanan pembangunan kota,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran Rumah Bunda Mulia dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat jaringan kepedulian sosial di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan dukungan.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




