BONTANG – Jumlah timbunan sampah di Kota Bontang mencapai sekitar 120 ton per harinya, atau setara dengan 39.216 ton per tahun. Jenis sampah plastik paling mendominasi dengan persentase hingga 40 persen.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat memaparkan komprehensif kondisi terkini dalam pengelolaan sampah di wilayah Bontang, melalui presentasi ke Tim Adipura Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Selain sampah jenis plastik, ada pun sampah organik sekitar 30 persen, serta sampah untuk jenis kertas dan kardus 15 persen. Jenis sampah didominasi dari rumah tangga dengan kontribusi sekitar kurang lebih 82,20 ton per harinya, disusul sampah dari fasilitas pabrik sebesar 3,03 ton per hari.
“Sejak 2008 Pemkot Bontang sudah memanfaatkan mesin pengelolah sampah, meskipun peralatan sebagiannya telah berusia lebih dari 17 tahun dan masih membutuhkan pembaruan teknologi, sampah pun berhasil diolah mulai 2009 dengan dukungan tenaga kerja yang ada,” jelasnya.
Diketahui, Zona Redfield Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang terletak di Bontang Lestari (Bonles) kini memiliki luas sekitar 2,5 hektar, dengan kemampuan pengelolaan yang baru mencapai kurang lebih 30 persen.
“Untuk sampah yang berhasil diolah tercatat mencapai 410.229 ton, dengan dukungan tenaga kerja sekitar 20 sampai 22 orang sejak 2009. Aktivitas pemilahan sampah plastik dilakukan warga sekitar TPA, yang dimana warga dapat tambahan penghasilan dari sampah-sampah itu,” tutupnya.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




