BONTANG – Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang tidak hanya di wilayah perkotaan. Badan Gizi Nasional (BGN) akan dibuat juga untuk menjangkau wilayah pesisir dan pulau terluar.
Kepala Regional SPPG BGN Bontang, Surya Dwi Saputra mengungkapkan di wilayah pesisir memiliki tantangan logistik berbeda, “Wilayah pulau tidak mungkin dilayani dari dapur kota. Waktu tempuh, cuaca, dan daya tahan makanan jadi pertimbangan utama,” jelasnya.
Untuk itu, BGN menyiapkan konsep satu pulau satu dapur untuk wilayah yang masuk kategori sulit dijangkau. Sedikitnya lima dapur MBG direncanakan dibangun di Gusung, Selangan, Malahing, Tihi-Tihi, dan Loktunggul.
Dapur MBG di wilayah pesisir tetap difokuskan untuk melayani anak sekolah, balita, dan penerima prioritas lainnya, dengan sistem distribusi yang lebih terpusat.
Ia menegaskan, pembangunan dapur di wilayah pesisir menjadi bagian penting agar program MBG tidak timpang secara wilayah.
“Tujuannya bukan hanya menambah jumlah dapur, tapi memastikan seluruh warga, termasuk yang tinggal di pulau terluar, punya akses yang sama terhadap makan bergizi,” ujarnya.
Secara keseluruhan, dengan skema dapur perkotaan, lahan pemda, mitra, hingga wilayah pesisir, jumlah dapur MBG di Bontang ditargetkan mencapai sekitar 28 dapur.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




