Sekolah Rakyat Rintisan di PPU Mulai Terima Siswa Tahun Ini, Dukung Percepatan Sekolah Permanen

PENAJAM — Sekolah Rakyat rintisan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mulai menerima peserta didik pada tahun ini. Program ini menjadi bagian dari strategi percepatan pembangunan Sekolah Rakyat permanen oleh pemerintah pusat di daerah tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara, Muhtar, mengatakan daerah yang telah memiliki Sekolah Rakyat rintisan memiliki peluang lebih besar untuk masuk dalam prioritas pembangunan fisik sekolah permanen.

“Daerah yang sudah memiliki sekolah rintisan berpeluang masuk percepatan pembangunan fisik Sekolah Rakyat,” ujar Muhtar di Penajam, Minggu.

Ia menjelaskan, proses penerimaan peserta didik ditargetkan dimulai pada tahun ajaran 2026/2027. Untuk itu, sosialisasi segera dilakukan di empat kecamatan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara agar informasi program tersampaikan secara merata kepada masyarakat.

Pada tahap rintisan, Sekolah Rakyat PPU menerapkan konsep pendidikan berasrama. Seluruh peserta didik akan tinggal di asrama dengan daya tampung sekitar 120 hingga 170 siswa. Model ini dipilih untuk memastikan akses pendidikan yang lebih terjangkau, terkontrol, dan berkelanjutan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu atau yang selama ini belum mengenyam pendidikan formal.

Baca Juga:  Ratusan Personel Gabungan Amankan Mudik Lebaran di Kukar

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.

Untuk mendukung operasional sekolah rintisan, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyiapkan bekas gedung Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai Penajam Suite Hotel. Bangunan tersebut berada di kawasan Islamic Center, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam.

“Gedung yang disiapkan memiliki fasilitas kamar yang bisa digunakan sebagai asrama, dan sudah siap merekrut calon peserta didik baru pada tahun ini,” jelas Muhtar.

Sementara untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen, pemerintah kabupaten telah menyiapkan lahan seluas 6,7 hektare yang berlokasi di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam. Lahan tersebut akan menjadi lokasi pengembangan fasilitas pendidikan terpadu yang dirancang mendukung sistem asrama dan pembelajaran jangka panjang. (MK)

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.