Seragam hingga Sepatu Gratis Didistribusikan, Validitas Dapodik Disorot

SANGATTA – Bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam, sepatu, buku, hingga alat tulis mulai disalurkan kepada siswa TK, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta, di Kutai Timur (Kutim).

Program ini digadang-gadang sebagai upaya meringankan beban orang tua, sekaligus memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari pendidikan. Namun di balik distribusi bantuan tersebut, validitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik) justru menjadi faktor penentu siapa yang berhak menerima.

Kepala Dinas Pendidikan Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa seluruh penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data siswa yang tercatat di Dapodik. Artinya, kelengkapan dan ketepatan input data oleh sekolah menjadi kunci utama.

“Jumlah penerima mengacu pada data Dapodik. Kalau masih ada siswa yang belum menerima bantuan, kemungkinan besar karena datanya belum diinput oleh operator sekolah,” ujar Mulyono saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (9/1/2026).

Ia mengingatkan para operator sekolah agar tidak menganggap enteng persoalan administrasi. Menurutnya, kelalaian dalam memperbarui data berimplikasi langsung pada hak siswa.

“Kami minta operator sekolah rutin mengecek dan memperbarui data. Kasihan anak-anak jika namanya tidak masuk daftar hanya karena persoalan input data,” tegasnya.

Baca Juga:  Seno Aji: Kami Tidak Anti-Kritik, Tapi Bukan Fitnah

Di lapangan, program bantuan ini memang disambut positif, namun belum sepenuhnya tanpa masalah. Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan ketidaksesuaian ukuran seragam dan sepatu yang diterima anak mereka. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan distribusi tidak hanya berhenti pada data penerima, tetapi juga pada ketepatan pemetaan kebutuhan siswa.

Menanggapi hal tersebut, Mulyono menyebut evaluasi akan terus dilakukan agar ke depan penyaluran bantuan lebih akurat dan responsif terhadap kebutuhan penerima.

“Masukan dari orang tua menjadi catatan penting bagi kami. Program ini akan terus dievaluasi supaya kualitas distribusinya semakin baik,” sebutnya.

Meski demikian, apresiasi tetap mengalir dari masyarakat.

Nur Aslina, salah seorang orang tua siswa penerima bantuan mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.

“Sebagai orang tua, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah atas bantuan pendidikan yang diberikan kepada anak-anak kami. Bantuan ini sangat lengkap dan benar-benar meringankan beban orang tua, sekaligus memberi semangat bagi anak-anak untuk terus belajar,” ujar Lina kepada Media Kaltim.

Baca Juga:  Syafrudin Tegas: Deforestasi Kaltim Nyata, Jangan Tunggu Bencana Baru Sadar

Ia berharap program ini tidak hanya berlanjut, tetapi juga semakin tepat sasaran. “Kami merasakan langsung manfaatnya dalam memenuhi kebutuhan sekolah sehari-hari. Semoga ke depan pendataannya makin rapi, sehingga tidak ada anak yang tertinggal,” tambahnya.

Melalui program bantuan perlengkapan sekolah ini, Disdik Kutim berharap tidak ada lagi siswa yang tertinggal dalam mengakses pendidikan hanya karena keterbatasan sarana, sekaligus menegaskan bahwa ketepatan data menjadi kunci keberhasilan program bantuan pendidikan daerah.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.