Serap Gabah Petani Lokal, Bulog Paser Jaga Bantuan Pangan dan Tekan Harga Beras

PASER — Perum Bulog Kantor Cabang (Kanca) Paser memaksimalkan hasil serapan gabah petani lokal sebagai penopang utama program bantuan pangan sekaligus instrumen stabilisasi harga beras di pasaran. Strategi ini dinilai efektif menjaga ketersediaan stok dan menahan gejolak harga di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU).

Sepanjang 2025, Bulog Kanca Paser menyalurkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 416,6 ton dan minyak goreng 83.120 liter untuk dua wilayah kerjanya. Rinciannya, Kabupaten Paser menerima 180,6 ton beras dan 36.120 liter minyak goreng, sementara PPU memperoleh 236 ton beras dan 47 ribu liter minyak goreng.

Kepala Bulog Kanca Paser, Muhammad Mukhlis, menjelaskan bantuan pangan tersebut menyasar keluarga tidak mampu dengan alokasi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per keluarga. Untuk komoditas beras, seluruhnya bersumber dari cadangan pangan yang berasal dari program penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) petani lokal.

“Beras bantuan pangan yang kami salurkan berasal dari hasil petani lokal. Ini bagian dari upaya kami memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Mukhlis, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga:  Saat Rakyat Diminta Efisien, Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Disiapkan

Ia menambahkan, meskipun penyerapan gabah ditujukan untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP), pemanfaatannya bersifat fleksibel sesuai penugasan. Stok tersebut dapat dialokasikan sebagai bantuan pangan atau dijual sebagai beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) medium untuk meredam kenaikan harga di pasar.

“Fungsinya bisa disesuaikan. Bisa menjadi bantuan pangan, atau menjadi beras SPHP medium untuk menekan harga saat terjadi kenaikan,” jelasnya.

Dengan total serapan gabah mencapai sekitar 13.000 ton pada 2025 dan penyaluran bantuan beras yang baru 416,6 ton, Bulog Kanca Paser masih memiliki cadangan yang cukup besar. Stok tersebut disiapkan untuk kebutuhan lanjutan, baik sebagai cadangan pangan pemerintah maupun intervensi pasar melalui SPHP.

“Cadangan masih aman. Ini menjadi penyangga jika harga beras naik atau saat diperlukan penyaluran bantuan,” pungkas Mukhlis. (MK)

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.