BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memperkuat ketahanan pangan daerah, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi krisis dan fluktuasi harga di pasaran.
Sepanjang 2025, pemkot telah menyiapkan cadangan pangan berupa beras sebanyak 29.885 ton. Jumlah ini dinilai cukup strategis untuk menjaga stabilitas pasokan, terutama saat terjadi gangguan distribusi maupun kondisi darurat.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas ketersediaan pangan, termasuk saat kondisi darurat, bencana, maupun ketika terjadi fluktuasi pasokan dan harga,” ujarnya dalam rapat paripurna DPRD, Senin (30/3/2026)
Selain penyediaan cadangan beras, Pemkot Bontang juga menjalin kerja sama dengan Bulog untuk pembangunan gudang penyimpanan. Kehadiran gudang ini nantinya diharapkan mampu memperkuat sistem logistik pangan di daerah.
Menurut Neni, keberadaan infrastruktur penyimpanan menjadi faktor penting agar stok pangan dapat dikelola dengan baik, baik dari sisi kualitas maupun distribusi.
Tidak hanya fokus pada ketersediaan, pemerintah juga memperhatikan aspek keterjangkauan harga. Melalui koordinasi lintas instansi, termasuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemantauan harga komoditas strategis terus dilakukan secara berkala.
Langkah ini bertujuan agar gejolak harga dapat diantisipasi sejak dini, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
Neni menegaskan, ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga stabilitas daerah. Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan lembaga terkait.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal stok, tetapi juga bagaimana memastikan distribusi berjalan lancar dan masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan harga yang wajar,” tambahnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




