SANGATTA — Ribuan jamaah memenuhi Gedung Serbaguna Guna (GSG) Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi, saat Tabligh Akbar yang digelar pada Sabtu (6/12/2025). Acara keagamaan ini menghadirkan penceramah nasional Ustadz Koh Dennis Lim, yang tampil dengan pesan lugas mengenai kejujuran dan pentingnya menjaga hak-hak kaum dhuafa.
Selain rangkaian ceramah, Pemerintah Kutai Timur (Kutim) juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp550 juta, hasil pengumpulan dana melalui Baznas Kutim.
Dalam ceramahnya, Ustadz Koh Dennis Lim menyoroti perilaku sebagian masyarakat yang kerap mengambil hak warga miskin, salah satunya penyalahgunaan LPG 3 kg yang disubsidi pemerintah.
“Jangan mengambil hak-hak orang lain. Contohnya LPG 3 kg. Gas melon ini untuk masyarakat miskin karena disubsidi pemerintah,” tegasnya di hadapan ribuan jamaah.
Ia mengingatkan bahwa mengambil hak rakyat miskin bukan hanya persoalan hukum sosial, tetapi juga memiliki konsekuensi moral dan spiritual.
“Jika masyarakat miskin tidak mampu membeli karena diborong yang mampu, demi Allah ada tanggung jawab di hadapan Allah SWT. Jika bukan hak kita, jangan diambil,” lanjutnya dengan suara lantang.
Pesan tersebut mendapat respons kuat dari jamaah yang mengikuti ceramah dengan khidmat.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, didampingi Wakil Bupati Mahyunadi, menyerahkan bantuan kemanusiaan secara simbolis.
Adapun total donasi yang berhasil dihimpun: Rp500 juta untuk korban bencana di wilayah Sumatera, Rp50 juta untuk Palestina, disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) Rp25 juta, dan melalui Masjid Koh Dennis Rp25 juta.
“Dalam kesempatan yang mulia ini, kami menyerahkan total bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Bupati Ardiansyah.
Bupati Ardiansyah juga menegaskan pentingnya pemahaman yang benar tentang tawakal. Menurutnya, tawakal tidak dapat dipisahkan dari ikhtiar yang sungguh-sungguh.
“Tawakal bukanlah pasrah, tapi penyerahan diri setelah usaha maksimal. Mari kita tunjukkan kesungguhan dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan,” katanya.
Tabligh Akbar ini tidak hanya menjadi wadah memperdalam spiritualitas, tetapi juga mempertegas kembali nilai integritas moral, kepedulian sosial, serta peran umat dalam menjaga hak-hak kaum lemah.
Acara berjalan lancar, tertib, dan diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif masyarakat Kutai Timur untuk lebih jujur, adil, dan peka terhadap sesama.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




