BONTANG – Selain urgensi jembatan akses masuk SMP Negeri 5 Bontang, kebutuhan sarana prasarana (sapras) juga masih perlu ditambah. Hal itu diungkap Kepala Sekolah SMPN 5 Bontang, Muhiddin pada kunjungan Komisi A DPRD Bontang, Senin (10/2/2025).
Ia menyebutkan perlunya pembangunan aula yang digunakan untuk melakukan berbagai pertemuan, baik pertemuan guru, orang tua, maupun bersama murid. Selama ini pihaknya selalu menggunakan musala untuk melalukan pertemuan-pertemuan tersebut.
“Ini menyulitkan karena harus bolak-balik dibersihkan, karena digunakan untuk salat,” ujarnya.
Selain itu, di bagian belakang sekolah tersebut juga belum sepenuhnya dipagari, sehingga beberapa kali warga dari belakang dapat masuk ke wilayah sekolahan dan menggunakan fasilitas sekolah.
Ia mencontohkan bahwa di belakang sekolah terdapat kolam yang digunakan untuk memancing, apalagi di waktu akhir pekan. Sering kali warga yang memancing menggunakan kursi yang ada di sekolahan untuk mereka pakai.
“Ini kan mereka keluar masuk bebas jadinya,” tambahnya.
Meski begitu ia menyadari bahwa pembangunan aula maupun pagar akan sulit, jika akses utama sekolahan masih bermasalah, “Kasian tukangnya kalau melakukan pengerjaan harus bolak-balik jembatan, lumayan jauh,” tambahnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam