BONTANG – Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Bontang dipastikan dalam kondisi aman menjelang akhir tahun. Pemerintah Kota Bontang menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir, termasuk jelang perayaan Nataru
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Setda Bontang, Moch. Arif Rokhman menyampaikan, bahwa hasil rapat bersama tim menunjukkan kuota BBM subsidi masih tersisa cukup besar. “Stok BBM aman sampai akhir tahun, terutama untuk jenis subsidi,” ujarnya, Rabu (10/12/2025)
Dalam laporan tahunan, Bontang memperoleh jatah solar sebesar 18.751 kiloliter (KL) dari usulan 41.681 KL. Untuk pertalite, kuota yang disetujui mencapai 26.907 KL dari pengajuan 76.768 KL
Hingga November 2025, penyaluran solar telah mencapai 15.568 KL, sementara pertalite terserap 22.233 KL. Dengan demikian, masih tersedia 3.183 KL solar dan 4.674 KL pertalite. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga pergantian tahun
Ia mengatakan, konsumsi BBM di wilayah Bontang tidak terlalu besar. Dalam satu bulan, pemakaian solar rata-rata 1.500 KL dan pertalite sekitar 2.000 KL yang didistribusikan ke enam SPBU.
“Rata-rata realisasi SPBU tiap bulan memang tidak tinggi. Karena itu, kuota yang tersisa sangat mencukupi,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa beberapa waktu lalu distribusi Pertamax ke Bontang sempat tersendat akibat masalah teknis dari pemasok. Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan sementara pengiriman BBM non-subsidi.
“Sekarang sudah tidak ada kendala. Distribusi Pertamax dan BBM non-subsidi lainnya kembali normal,” tegasnya.
Ia memastikan persediaan seluruh jenis BBM non-subsidi juga aman hingga akhir tahun, karena tidak dibatasi kuota seperti BBM subsidi. Menurutnya, pasokan non-subsidi sepenuhnya bergantung pada permintaan dan kemampuan suplai masing-masing SPBU. “Kalau subsidi ada batasnya, tapi untuk non-subsidi sesuai kebutuhan lapangan,” tambahnya.
Penulis; Syakurah
Editor: Yusva Alam




