Suspek Campak di Bontang Capai 120 Kasus, Wali Kota Ingatkan Pentingnya Imunisasi

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mencatat sekitar 120 kasus suspek campak sejak Januari hingga Maret tahun ini. Meski begitu, sebagian besar pasien dilaporkan telah sembuh setelah mendapatkan penanganan medis.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan tim kesehatan untuk melakukan surveilans dan pemeriksaan laboratorium terhadap kasus yang muncul.

“Dari 120 yang kita data dari Januari sampai Maret, alhamdulillah sudah banyak yang sembuh,” katanya.

Pemkot juga terus mengingatkan masyarakat untuk melengkapi imunisasi campak pada anak. Menurutnya, vaksinasi penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius akibat virus campak.

Ia menilai masih ada sebagian orang tua yang menolak imunisasi, sehingga berpotensi menimbulkan risiko penyakit menular di kemudian hari.

“Masih ada orang tua yang tidak berkenan anaknya diimunisasi. Padahal kalau tidak vaksin, suatu saat penyakit seperti polio bisa muncul kembali,” jelasnya.

Selain imunisasi, pemerintah juga memberikan vitamin A dosis tinggi kepada anak sesuai rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Neni juga mengimbau masyarakat menghindari kebiasaan kontak fisik seperti cium pipi saat bertemu, karena dapat menjadi media penularan berbagai penyakit menular seperti campak dan tuberkulosis.

Baca Juga:  Pecah! Lagu Tabola Bale Sukses Hibur Warga Bontang di Penutupan Festival UMKM Berbenah 2025

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.