Swarga Bara Tak Mau Bergantung, Kembangkan Pertanian dan Perikanan Lokal

SANGATTA – Dikelilingi oleh sejumlah perusahaan besar, termasuk PT Kaltim Prima Coal (KPC), Desa Swarga Bara di Kecamatan Sangatta Utara dikenal sebagai desa yang ekonominya banyak ditopang oleh sektor industri. Hampir setiap rumah tangga memiliki anggota keluarga yang bekerja di perusahaan.

Namun, kondisi tersebut tak membuat Pemerintah Desa Swarga Bara berdiam diri. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Wahyuddin Usman, pemerintah desa terus berupaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Wahyuddin mengakui bahwa keberadaan perusahaan besar memang memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Meski begitu, ia menilai masyarakat perlu memiliki sumber penghidupan alternatif yang lebih berkelanjutan.

“Kalau bicara potensi di Swarga Bara ini, kita memang dikelilingi oleh perusahaan-perusahaan besar. Salah satunya KPC, perusahaan raksasa yang sama-sama kita ketahui. Rata-rata masyarakat di sini mencari nafkah dari perusahaan,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).

Dari hasil pendataan desa, sekitar 20 persen wilayah Swarga Bara masih dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Potensi ini terutama berada di Dusun 1 Kabojaya, tepatnya di Kampung Makassar dan Kampung Jawa. Dua kawasan tersebut dikenal sebagai wilayah multikultural dengan masyarakat yang ulet dalam bercocok tanam.

Baca Juga:  Kampus di Bawah Tekanan: KIKA Peringatkan Ancaman Kuasa, Militerisme, dan Rezim Anti-Ilmu

“Kalau untuk potensi di bidang ketahanan pangan, kalau saya presentasikan mungkin hanya sekitar 20 persen,” jelas Wahyuddin.

Beragam tanaman seperti jagung, sayuran, hingga sedikit perkebunan sawit telah menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat. Tak hanya itu, sektor perikanan dan peternakan juga mulai berkembang. Sejumlah warga telah memanfaatkan lahan dan kolam yang ada untuk budidaya ikan serta ternak skala rumah tangga.

Pemerintah desa pun berkomitmen memberikan pembinaan dan dukungan bagi para pelaku usaha kecil di bidang ini. Harapannya, masyarakat dapat terus mengembangkan potensi lokal tanpa bergantung penuh pada sektor industri.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi tenaga kerja perusahaan, tetapi juga pelaku ekonomi yang mandiri di desanya sendiri,” tegas Wahyuddin.

Langkah ini menjadi bagian dari visi besar Desa Swarga Bara untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi lokal. Dengan dukungan masyarakat dan semangat untuk berubah, Swarga Bara perlahan membangun identitasnya sebagai desa produktif di tengah dominasi industri.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Baca Juga:  SPPG Dianggap Lebih Prioritaskan Bahan Impor Ketimbang Produk Lokal
Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.