Tarik Minat Generasi Muda, Pasar Induk Sangatta Bakal Berinovasi

SANGATTA – Wajah Pasar Induk Sangatta (PIS) tak lama lagi akan diupayakan berbeda. Pengelola pasar menyiapkan sejumlah langkah pembaruan, dari pengembangan sentra kuliner sore hari hingga rencana marketplace digital lokal. Targetnya jelas yakni pasar tradisional tetap hidup dan relevan di tengah perubahan selera dan pola belanja masyarakat.

Kepala UPT Pasar Induk Sangatta, Bohari mengatakan, inovasi tersebut disiapkan untuk meningkatkan daya saing pasar sekaligus menarik minat generasi muda. Salah satunya dengan memanfaatkan area parkir pasar sebagai ruang kuliner pada sore hingga malam hari.

Konsep tersebut, kata Bohari, terinspirasi dari pengelolaan pasar di Jawa Timur (Jatim) yang dinilai berhasil menghidupkan aktivitas ekonomi di luar jam operasional utama. “Area parkir kita cukup luas dan bisa dimanfaatkan,” ujar Bohari yang ditemui, Selasa (20/1/2026).

Namun, rencana itu tetap membutuhkan pengaturan yang cermat. Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan, pengembangan sentra kuliner tanpa tata kelola yang jelas justru berpotensi menimbulkan persoalan baru, mulai dari kemacetan hingga gesekan antar pedagang.

Baca Juga:  Jalur Kenohan–Kota Bangun Rusak Parah, Kendaraan Mengular

Selain kuliner, pengelola pasar juga membuka ruang bagi anak muda dan komunitas lokal untuk berkreasi dan menjual produk kekinian. Langkah ini diharapkan mampu memperluas fungsi pasar sebagai ruang ekonomi sekaligus ruang sosial.

Di sisi lain, tantangan terbesar masih berada pada kesiapan pedagang lama. Transformasi digital, termasuk penerapan sistem pembayaran non-tunai, belum sepenuhnya berjalan. Upaya serupa sempat dilakukan pada 2023, namun terkendala pemahaman teknologi di kalangan pedagang.

Untuk itu, pengelola menyiapkan skema ganda. Sistem pembayaran elektronik akan berjalan berdampingan dengan transaksi tunai. “Tujuannya agar semua pedagang tetap terakomodasi,” kata Bohari.

Meski demikian, modernisasi pasar bukan semata soal konsep dan teknologi. Konsistensi pendampingan, keadilan ruang usaha, serta keberpihakan pada pedagang kecil akan menjadi penentu utama.

“Pasar boleh berubah, tetapi denyut ekonomi rakyat tetap harus menjadi pusatnya,” tegas Bohari.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.