Tingkatkan Pasokan Air, PTMB Maksimalkan Infrastruktur dan Rehabilitasi Sumur

BALIKPAPAN – Peningkatan pasokan air di sejumlah wilayah di Balikpapan terus dilakukan oleh Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).

Berdasarkan data, masih tersedia sekitar 30 liter air perdetik yang bisa didistribusikan, meski layanan perlu tambahan pompa untuk mengatasi tekanan di pipa distribusi.

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan bahwa penambahan pompa ini memang berisiko menambah tekanan dalam pipa, namun saat ini sudah bisa berjalan normal.

“Dinas PU Provinsi Kaltim juga saat turut membantu mengaktifkan kembali sumur tersebut, dengan harapan mampu menambah debit air salah satunya di Kampung Baru, Balikpapan Barat,” ujarnya dalam press conference, Senin (22/9/2025).

Lebih lanjut Yudhi Saharudin menjelaskan, PTMB juga terus melakukan revitalisasi jaringan pipa transmisi dan distribusi, terutama pipa-pipa yang sudah berusia tua. Di kawasan Grand City, revitalisasi dilakukan meski menghadapi tantangan kebocoran pada kedalaman hingga 12 meter.

Perbaikan serupa juga dijalankan di Kawasan Grand City dan Agung Tunggal yang diharapkan selesai akhir tahun ini.

“Pipa 500 milimeter yang berfungsi di Grand City sangat vital, karena mendukung operasi Kampung Damai yang mampu beroperasi hingga 98 persen, meski ada gangguan pada pipa 400 di daerah lain,” jelasnya.

Baca Juga:  Insentif Guru Kutim Terancam Dipangkas

Menurutnya, pipa 400 dan 500 milimeter di Kampung Baru dan Kilo 8 adalah dua pipa utama yang sangat menentukan ketersediaan air. Jika pipa ini mengalami gangguan total, 70 persen pelanggan berpotensi kehilangan akses air.

Selain rehabilitasi, PTMB juga memasang pompa booster untuk mengatur debit air dan menjangkau daerah dengan ketinggian yang lebih tinggi. Optimalisasi pompa ini memungkinkan distribusi air ke area yang sebelumnya sulit terjangkau.

Terkait teknologi DMA (District Metered Area) juga diterapkan untuk memantau kehilangan air dan performa pompa secara real-time.

“Kami bekerja sama dengan ITN untuk mengintegrasikan data DMA, ADN, dan MA, sehingga informasi distribusi air dapat diakses secara terpadu,” tambah Yudhi.

Yudhi juga memastikan seluruh upaya ini akan terus dipantau dan ditingkatkan demi memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat hingga ke wilayah terpencil. (MKN)

Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.