Total Rp 1,2 Miliar Diguyur untuk Apresiasi Kafilah MTQ, Pemkot Dukung Pembinaan Qur’ani

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memberikan bonus penghargaan kepada kafilah berprestasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), baik di tingkat provinsi maupun nasional, beberapa waktu lalu. Dengan total sebesar Rp1,2 miliar.

Sekretaris Daerah Bontang sekaligus Ketua LPTQ, Aji Erlynawati, menjelaskan anggaran tersebut bersumber dari hibah Pemerintah Provinsi Kaltim serta hibah Pemerintah Kota Bontang tahun 2025.

Untuk bonus penghargaan tingkat provinsi totalnya Rp942,5 juta. Rinciannya, juara 1 sebesar Rp30 juta, juara 2 Rp25 juta, juara 3 Rp20 juta, serta juara harapan 1-3 masing-masing Rp10 juta. Sementara untuk pelatih, juara 1 mendapat Rp20 juta, juara 2 Rp15 juta, juara 3 Rp10 juta, dan pelatih harapan 1 sebesar Rp7,5 juta.

Ia merinci, penerima bonus tingkat provinsi terdiri dari enam orang peserta juara 1, enam orang juara 2, sepuluh orang juara 3, 20 orang juara harapan 1, tujuh orang juara harapan 2, serta enam orang juara harapan 3. Sedangkan untuk pelatih, penerima bonus terdiri dari dua orang juara 1, tujuh orang juara 2, satu orang juara 3, dan satu orang juara harapan 1.

Baca Juga:  Lima Program Unggulan Prioritas Sebagai Pondasi Pembangunan Bontang di Lima Tahun Mendatang

Sementara itu, untuk bonus tingkat nasional disiapkan dana Rp290 juta. Rinciannya, juara 1 mendapat Rp40 juta, juara 2 Rp35 juta, juara 3 Rp30 juta, serta pelatih juara 1 sebesar Rp30 juta. Adapun penerimanya terdiri dari empat peserta juara 1, dua peserta juara 2, satu peserta juara 3, serta satu pelatih juara 1.

“Alhamdulillah, total anggaran yang kita siapkan mencapai Rp1,2 miliar,” katanya, Senin (1/9.2025).

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam kesempatan yang sama menekankan bahwa keberhasilan kafilah Bontang merupakan wujud rezeki dan karunia dari Allah SWT.

“Rezeki tidak pernah tertukar. Allah telah memberikan kita potensi untuk mencintai dan mempelajari Al-Qur’an. Tahun ini kita meraih juara ketiga meskipun dengan segala keterbatasan, tetapi yang penting kita sudah menunjukkan eksistensi,” ujarnya.

Neni pun mengapresiasi seluruh kafilah, pelatih, serta guru agama yang telah berkontribusi, sekaligus mengajak seluruh penggiat agama di Bontang untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.