BALIKPAPAN — Kepanikan menyelimuti kawasan Kilometer 8, Balikpapan Utara, pada Senin (17/11/2025) petang setelah empat anak dilaporkan tenggelam di sebuah bozem perumahan sekitar pukul 18.20 Wita. Suasana sore yang semula tenang mendadak berubah mencekam ketika teriakan meminta bantuan terdengar dari arah danau buatan tersebut.
Menurut keterangan warga, keempat anak itu sebelumnya terlihat bermain di tepi bozem sebelum akhirnya melompat hampir bersamaan ke dalam air. Mereka diduga terperosok ke dasar bozem yang berlumpur tebal sehingga sulit kembali ke permukaan. Kurangnya penerangan membuat warga kesulitan memberikan pertolongan cepat.
“Satu sudah saya selamatkan. Saya tadi terjun langsung, tapi lumpurnya dalam sekali, jadi tidak bisa menolong semuanya,” ujar seorang warga yang pertama kali mencoba melakukan penyelamatan.
Dalam waktu singkat, warga sekitar memadati bibir bozem. Sebagian berdiri sambil mencari kemungkinan munculnya korban di permukaan, sementara lainnya duduk tegang menanti kabar. Di tengah kondisi gelap, penyelam dari tim SAR memasuki air dengan lampu sorot untuk melakukan penyisiran pada titik-titik yang diduga lokasi terakhir anak-anak itu terlihat.
Tim gabungan dari Basarnas Balikpapan, TNI–Polri, relawan kebencanaan, dan aparat kelurahan membentuk pos komando di tepi bozem. Medan pencarian dinilai berat karena kontur bozem cukup dalam, berlumpur, dan minim penerangan sehingga penyelaman harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Hingga pukul 20.30 Wita, proses pencarian masih berlangsung. Belum ada keterangan resmi mengenai korban yang ditemukan maupun kondisi mereka. Tim masih fokus menyisir seluruh area bozem, mengingat ketebalan lumpur dasar yang menyulitkan proses evakuasi.
Warga yang masih bertahan di lokasi berharap kabar baik segera datang, sementara petugas terus bekerja melawan kegelapan malam dan tantangan medan yang berat. (apr)
Editor: Agus S




