BONTANG – Penumpukan paket terjadi di salah satu gudang pengiriman barang di Jalan Imam Bonjol yakni SPX, Minggu (22/2/2026). Suasana memanas lantaran banyak paket warga yang sudah tertahan cukup lama.
Salah satunya Yuli, ia menjelaskan, sesuai keterangan aplikasi yang tertera, sudah sejak tanggal 5 paketnya tidak pernah diantarkan. Adapun status barang sudah berada di Bontang namun tidak pernah ada kurir terjadwalkan.
“Ini sudah ke dua kalinya saya kesini, pertama katanya kesini mendata biasa, katanya kalau ketemu barangnya bakal dihubungi, sampai sekarang tidak ada,” pungkasnya, Minggu (22/2/2026).

Ia menambahkan, banyak karyawan atau kurir mereka yang resign sehingga keterbatasan tenaga kerja ini menjadi kendala pengiriman dan penumpukan barang.
Salah satu warga lainnya yang tak ingin disebut namanya, menggunakan jasa pengiriman tersebut untuk keperluan berjualan, memiliki total 8 paket, 2 barang diretur dan tersisa 6 paket. Mengatakan paket telah sampai di Bontang sejak tanggal 12 namun tidak kunjung dikirim.
“Saya ini keperluan bisnis, sudah dimaki-maki sama pelanggan,” ujarnya sembari menunggu paketnya yang tertahan.
Saat ini pihak pengirim tersebut membuat sistem barcode, dimana para pelanggan yang ingin mengambil paket disuruh melakukan scan untuk selanjutnya langsung dicarikan. Sayangnya warga yang menunggu merasa hal itu tidak berguna jika nantinya masih tidak juga dikirim.
Pelanggan lainnya, Lina menyebutkan sudah menunggu hingga satu jam untuk mendapatkan paketnya. Lantaran ia sudah tiga kali datang, jika ia meninggalkan tempat ia takut barangnya tidak kunjung ia terima bahkan sudah beberapa paket ia lakukan retur.
Sementara itu, menurut salah satu petugas dari jasa pengiriman yang enggan menyebut namanya itu menjelaskan, bahwa memang betul tenaga kurir mereka saat ini sedang sedikit sehingga pengiriman terganggu. Para pelanggan juga mendapatkan email untuk melakukan pengambilan sendiri ke lokasi gudang sortir.
Hingga saat ini, pelanggan terus berdatangan satu persatu untuk meminta kejelasan dari paket yang harusnya mereka terima sejak lama
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




