SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, memberikan instruksi tegas kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Ketahanan Pangan (Distapang), untuk menerapkan sistem ‘jemput bola’ dalam setiap program penyaluran bantuan pangan dan sembako murah.
Instruksi ini disampaikan Mahyunadi di sela-sela pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar dalam rangka HUT ke-26 Kutim dan Hari Pangan Sedunia 2025. Ia menilai, meskipun GPM disambut antusias, masih banyak warga kurang mampu yang tidak dapat hadir langsung.
“Saya tegaskan, program ini tidak boleh hanya mengantar bola, namun harus jemput bola,” kata Wabup Mahyunadi.
“Selain yang hadir hari ini, masih banyak masyarakat yang tidak bisa hadir karena sakit dan berbagai kendala lain, padahal mereka ingin sekali membeli sembako murah ini,” imbuhnya.
Menurut Mahyunadi, permasalahan mendasar yang dihadapi sebagian masyarakat adalah ketidakpastian pemenuhan kebutuhan dasar, yang tercermin dari adanya warga yang masih bingung mengenai apa yang akan mereka santap keesokan harinya.
“Kita harus memastikan bahwa program pangan murah ini benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan. Jangan sampai ada warga Kutim yang masih berpikir keras, besok mau makan apa,” tegasnya.
Untuk menjamin penyaluran tepat sasaran, Wabup Mahyunadi menginstruksikan agar seluruh Ketua RT segera dikumpulkan.
Tujuannya adalah untuk melakukan pendataan ulang masyarakat kurang mampu, agar mereka bisa mendapatkan hak-haknya, termasuk akses terhadap pangan murah dan berkualitas.
Sebelumnya, Kepala Disperindag Kutim, Nora Rahmadhani, melaporkan bahwa GPM yang terselenggara berkat sinergi dengan Bulog dan Distapang, berhasil menjual paket sembako (beras, minyak goreng, dan gula) dengan total harga Rp103.000, jauh di bawah harga pasar.
Program ini diharapkan mampu menjadi kontrol harga dan menekan laju inflasi daerah.
Di sisi lain, Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, memastikan dukungan penuh Polri terhadap program ini. Warga pun berharap GPM dapat terus dilaksanakan secara rutin. Pemkab Kutim berkomitmen untuk memperluas pelaksanaan GPM ke seluruh kecamatan sebagai wujud nyata dukungan ketahanan pangan berkelanjutan.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




