UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Kecamatan Long Bagun menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pramusrenbang) Tematik Stunting dengan tema “Menuju Percepatan Penurunan Stunting Terpadu RPJMD 2025–2029” di Balai Pertemuan Ida’ang Bulan, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (T3PS). Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam penanganan stunting akan menjadi bagian penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

“Penanganan stunting menjadi prioritas utama pemerintah daerah di bawah kepemimpinan yang baru. Komitmen kita kuat untuk menurunkan stunting. Karena itu saya hadir langsung untuk mendengar apa saja kendala yang dihadapi masyarakat,” ujar Suhuk.
Menurutnya, forum Pramusrenbang Tematik Stunting menjadi ruang strategis untuk memetakan persoalan riil di lapangan sehingga solusi yang dirumuskan benar-benar tepat sasaran.
“Kita turun langsung supaya tahu kendalanya di mana, sehingga ke depan kita bisa fokus dalam pembahasan dan penanganannya,” katanya.
Ia menjelaskan, hasil forum tersebut akan menjadi bahan penting dalam penyusunan RKPD serta pembahasan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Tahun 2027. Pendataan yang akurat dari tingkat kampung hingga kecamatan menjadi langkah awal yang dinilai sangat menentukan keberhasilan program.
“Kita minta pendataan betul-betul dari kampung ke kampung sampai ke tingkat kecamatan, supaya nanti kita bisa fokus dalam penanganannya,” tegasnya.
Suhuk juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tanpa ego sektoral. Ia mengakui kondisi geografis Mahakam Ulu sebagai wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) menjadi tantangan tersendiri, ditambah faktor alam, ekonomi, dan lingkungan.

“Memang tantangannya banyak, tapi kita tidak putus asa. Kita akan terus berjuang untuk melepaskan Mahakam Ulu dari stunting,” ujarnya.
Upaya penanganan, lanjutnya, akan dilakukan secara bertahap melalui edukasi kepada ibu hamil, perbaikan lingkungan, peningkatan asupan gizi, serta pelibatan aktif seluruh OPD terkait.
“Kalau kita semua bergandeng tangan dan bergerak bersama, saya yakin stunting di Mahakam Ulu bisa kita atasi,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan jika menemukan indikasi stunting di lingkungan sekitar agar dapat segera didata dan ditangani. Selain itu, perhatian diarahkan pada generasi muda, terutama untuk menekan angka pernikahan dini yang dinilai turut berkontribusi terhadap kasus stunting.
“Anak-anak remaja kita harus menjaga pergaulan dan merencanakan masa depan dengan baik, supaya kita bisa mencegah stunting sejak dini,” tutupnya.
Melalui Pramusrenbang Tematik Stunting ini, pemerintah daerah berharap terbangun komitmen bersama dan langkah konkret dalam percepatan penurunan stunting demi mewujudkan generasi Mahakam Ulu yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (MK)
Editor: Agus S




