Walaupun Seluruh Desa di Kutim Sudah Punya Pusban, Namun Kekurangan SDM Jadi Tantangan

SANGATTA – Seluruh desa di Kutim kini telah memiliki Puskesmas Pembantu (Pusban). Namun, setelah gedung berdiri dan layanan dasar berjalan, tantangan baru mencuat: kekurangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, menegaskan bahwa ketersediaan Pusban di setiap desa merupakan langkah strategis untuk menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil.

“Setiap desa sekarang wajib memiliki Puskesmas Pembantu, dan alhamdulillah di Kutai Timur sudah terpenuhi,” ujarnya, Senin (23/2/2025).

Pusban berfungsi sebagai perpanjangan tangan Puskesmas induk. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pelayanan ibu dan anak, hingga pendataan kesehatan masyarakat. Di tiap Pusban, ditempatkan perawat dan bidan yang dibantu kader kesehatan desa.

Meski infrastruktur sudah merata, jumlah tenaga kesehatan di lapangan dinilai belum ideal. Sejumlah desa masih membutuhkan tambahan perawat maupun bidan agar pelayanan bisa berjalan maksimal.

“Yang menjadi tantangan saat ini adalah SDM. Infrastruktur sudah ada, tapi tenaga kesehatannya masih perlu kita perkuat,” tegasnya.

Kondisi geografis Kutim yang luas dengan jarak antardesa cukup jauh membuat keberadaan Pusban sangat vital. Warga tak lagi harus menempuh perjalanan panjang hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar. Terutama bagi desa-desa yang lokasinya jauh dari Puskesmas induk.

Baca Juga:  Terobosan Baru Disnakertrans Kutim: 112 Pencaker Lokal Dibekali Trik Lolos Psikotes

Dalam alur pelayanan, pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan akan dirujuk ke Puskesmas induk. Jika kondisi medis memerlukan layanan spesialis, rujukan akan diteruskan ke rumah sakit.

Dinas Kesehatan Kutim memastikan penguatan SDM menjadi fokus berikutnya. Berbagai skema tengah disiapkan, termasuk optimalisasi tenaga yang ada, agar pemerataan fasilitas kesehatan yang telah tercapai dapat diimbangi dengan kualitas pelayanan yang maksimal.

“Ke depan, bukan hanya gedungnya yang lengkap, tapi tenaga kesehatannya juga harus cukup dan siap melayani. Itu komitmen kami,” pungkas dr Yuwana.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.