BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni sempat merasa bingung terkait lokasi kegiatan mediasi yang digelar, Senin (11/8/2025) kemarin, dimana banyak masyarakat yang menyampaikan aspirasinya dari wilayah Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
“Ini persoalan Kampung Sidrap, bukan Desa Martadinata atau yang lain-lainnya. Rata-rata tadi warga yang menyampaikan masukannya dari warga Desa Martadinata, Teluk Pandan, Kandolo, kami tidak berbicara sampai di wilayah sana,” jelasnya.
Sehingga Neni dibuat merasa sedikit kebingungan dengan banyaknya masukkan dari warga sekitar, dan berbicara langsung terkait dengan kurangnya fasilitas publik di wilayah tersebut.
Walaupun ada juga beberapa dari warga sekitar yang turut mendukung di wilayah itu, untuk bisa masuk dari bagian Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, terkait dengan segala fasilitas yang didapatnya.
“Yang maju semuanya mewakili dari Desa Martadinata, tidak ada yang dari Sidrap. Walaupun tadi ada yang mengatakan sebagian warga, ingin masuk ke Bontang karena fasilitas dan segala macam. Tapi kembali lagi, kita berbicara terkait Sidrap yang 7 RT,” tambahnya.
Maka Neni sempat mengatakan jika wilayah yang masuk di Kutim, pastinya tidak bisa dibantu dalam hal perbaikan untuk fasilitas yang kurang dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang.
“Kalau berbicara soal Desa Martadinata kan luas, ini kita kembali berbicara dan yang kita inginkan adalah Kelurahan Guntung, dengan 7 RT yang luasnya 164 hektar untuk bisa masuk ke Bontang, demi pelayanan publik yang maksimal,” tutupnya. (Dwi/Adv)
Editor: Yusva Alam




