BONTANG – Wawali Agus Haris menegaskan, menghidupkan kembali klub sepak bola bukan semata-mata soal prestasi, melainkan juga tentang kebanggaan dan identitas daerah yang diangkat melalui semangat olahraga. Hal itu disampaikannya, saat memimpin langsung Rapat Finalisasi Pembentukan Klub Sepak Bola Kota Bontang di ruang rapat Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) beberapa waktu lalu.
“Kemajuan Bontang tidak bisa dilepaskan dari semangat gotong royong antara pemerintah dan dunia usaha. Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi industri dan pihak swasta untuk berkolaborasi membangun kembali semangat olahraga di kota ini,” ujar wawali.
Rapat ini menjadi tindak lanjut dari dua pertemuan sebelumnya, dengan fokus utama memfinalisasi bentuk dukungan nyata dari perusahaan.
Pemerintah menyampaikan rencana pengajuan proposal resmi kepada seluruh perusahaan. Hal ini dilakukan agar setiap pihak dapat menyesuaikan bentuk dan besaran dukungan sesuai kemampuan, tanpa adanya unsur paksaan, menjamin prinsip akuntabilitas dan transparansi.
Sebagai langkah awal komitmen, Pemkot Bontang menyebutkan rencana pengumpulan dana awal sekitar Rp3 miliar untuk mendukung operasional klub.
Perwakilan perusahaan seperti LNG Badak, Pupuk Kaltim, dan lainnya telah menyatakan kesiapan memberikan dukungan sesuai mekanisme yang disepakati.
Meskipun demikian, Pemkot dan ASKOT masih menunggu kejelasan status klub PSDS yang kabarnya sedang dalam proses penawaran penjualan.
Jika proses pembelian belum terealisasi tahun ini, komitmen dukungan dana yang terkumpul akan diamankan untuk direalisasikan pada tahun berikutnya.
Pemerintah Kota Bontang berharap kolaborasi lintas sektor ini menjadi tonggak baru yang membangkitkan semangat olahraga dan memperkuat kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




