BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menaruh perhatian khusus terhadap penanganan stunting di wilayah Bontang Selatan, khususnya wilayah pesisir dan kawasan Bontang Lestari.
Dua wilayah tersebut dinilai masih menghadapi tantangan serius, mulai dari keterbatasan akses pendidikan, rendahnya pemahaman keluarga terkait kesehatan ibu dan anak, hingga tingginya angka pernikahan dini.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan wilayah pesisir menjadi salah satu perhatian utama karena persoalan sosial yang ada berdampak langsung terhadap tingginya risiko stunting dan kemiskinan. Pernikahan berpengaruh pada kesiapan ibu, baik saat kehamilan maupun dalam pengasuhan anak.
“Ini diperparah dengan faktor pendidikan yang belum optimal,” ujarnya.
Menurutnya, stunting dan kemiskinan merupakan dua persoalan yang saling berkaitan dan sulit dipisahkan. Oleh karena itu, Pemkot Bontang mendorong percepatan pembangunan wilayah Bontang Lestari sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
“Pembangunan Bontang Lestari tidak hanya soal pusat pertumbuhan baru, tapi juga diharapkan membawa perubahan sosial, meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses pendidikan, layanan kesehatan,” jelasnya.
Ditambah, dengan semakin meratanya aktivitas pemerintahan, pelayanan publik, dan pemukiman di Bontang Lestari, proses edukasi kepada masyarakat dapat berjalan lebih intensif. Hal ini diyakini mampu menekan praktik pernikahan dini, meningkatkan kesadaran kesehatan keluarga, serta memutus mata rantai kemiskinan dan stunting.
Sebelumnya, ia pernah menyampaikan bahwa angka prevalensi stunting Kota Bontang saat ini berada di 15,7 persen. Pemerintah menargetkan penurunan signifikan melalui keterlibatan aktif seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta dukungan perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR).
“Tahun 2026, kita sepakati target penurunan stunting di 12,5 persen, bahkan diharapkan bisa mendekati 12 persen. Ini membutuhkan komitmen bersama, termasuk pembagian peran yang jelas kepada perusahaan,” tegas.
Dalam kegiatan kegiatan serah terima perbaikan RTLH, Senin (29/12/25) Agus Haris meminta kepada perusahaan agar dapat bekerjasama menangani kasus stunting. Ia juga meminta kepada warga pesisir yang hadir agar memperdulikan anak mereka jauh dari stunting.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




