Wisata Mangrove Teluk Bangko Tak Luput dari Sampah

BONTANG – Permasalahan sampah masih menjadi pekerjaan rumah pengelola tempat Wisata Mangrove Teluk Bangko. Lantaran sampah tidak datang dari pengunjung, melainkan dari laut.

Hadi Wiyoto, Pemilik Wisata Mangrove Teluk Bangko, Loktuan, rutin membersihkan sampah-sampah yang terjebak di sekitar bakau miliknya.

“Saya kumpulin sampah biasa seminggu sekali pas airnya surut. Pasti itu sudah numpuk, banyak sampah rumah tangga,” jelasnya.

Biasanya, sehari setelah mengumpulkan sampah, Hadi menemukan lagi sampah-sampah yang mengalir dari laut. Hadi belum menemukan cara pasti, agar sampah tidak menumpuk di wilayah bakau tersebut.

“Saya sudah pasang jaring, tapi roboh. Keberatan sama sampah yang lewat,” ungkapnya.

Walaupun Hadi dan teman-temannya sudah rutin mengumpulkan sampah, bakau-bakau yang baru saja ia tanam tak luput dari sampah plastik, sehingga tidak dapat berkembang biak dan mati.

Hadi melihat sampah-sampah tersebut kebanyakan terbawa aliran air, bukan dari pengunjung.

“Saya selalu ngecek ke bakau. Pengunjung nggak buang sampah sembarangan, justru sampah itu kiriman semua,” jelasnya.

Teluk Bangko sudah bekerjasama dengan PT Pupuk Kaltim untuk hasil panen dari bakau tersebut. Ke depannya Hadi akan membicarakan mengenai sampah yang selalu menumpuk.

Baca Juga:  Jalin Silaturahmi, Kapolres Bontang Kunjungi Paguyuban Ika Pakarti

Ia juga berharap kesadaran masyarakat akan sampah, karena dampak sampah sangat merugikan, “Alam bisa rusak kalau sampah di buang sembarangan terus. Jadi sudah kena dampak baru sadar, takutnya terlambat,” bebernya. (sya)

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.