SAMARINDA – Kelas parfum pertama Artsyclass akhirnya mendarat di Samarinda dan langsung disambut antusias para peserta. Parfumery Workshop Samarinda yang digelar Sabtu sore (23/11) di Giras Coffee, Jalan Siradj Salman, berlangsung interaktif dan penuh eksplorasi aroma.
Workshop menghadirkan mentor dari DykLab Project, Tasya, yang sejak awal menciptakan suasana hidup dengan pengantar teori dasar parfum. Ia menjelaskan jenis-jenis notes, karakter aroma, hingga komposisi bibit parfum yang menjadi fondasi utama proses peracikan.

Peserta tampak aktif memilih bibit parfum sebagai bahan dasar kreasi mereka. Beragam pertanyaan muncul, mulai dari karakter aroma, teknik blending, hingga peluang memulai usaha parfum rumahan.
Setelah sesi teori, peserta dipersilakan meracik parfum versi mereka sendiri. Hasilnya, masing-masing membawa pulang parfum dengan karakter aroma berbeda sesuai selera pribadi.
Dalam wawancara, Tasya menuturkan DykLab Project telah berkecimpung di dunia maklon parfum sejak 2018—memberi layanan bagi siapa pun yang ingin membuat brand parfum sendiri.
“Awalnya karena memang basic suka parfum. Setelah maklon berjalan sejak 2018, baru kami buka workshop. Kelas hari ini seru banget, walaupun cuma lima orang tapi berasa ramai,” jelas Tasya.
Ia juga mendorong anak muda untuk mulai belajar parfum sebagai peluang usaha. “Bisa mulai dari kelas basic, belajar single notes dulu. Kalau sudah punya parfum favorit, bisa dikembangkan jadi brand sendiri.”
Sementara itu, PIC Artsyclass Samarinda, Fira, mengatakan kelas parfum ini hadir karena ruang kreatif di Samarinda selama ini lebih didominasi kelas merajut dan baking.
“Untuk parfum jarang ada, makanya kita buat kelasnya sendiri. Kendalanya hanya kurang terekspos, jadi harus usaha mencari peserta. Harapannya ke depan lebih ramai dan bisa jadi peluang usaha untuk anak muda,” kata Fira.
Artsyclass berencana menggelar lebih banyak workshop kreatif sesuai permintaan peserta. Event terdekat yang sedang disiapkan adalah kelas bakery pada bulan depan. Mereka berharap semakin banyak anak muda Samarinda berani berkarya dan memulai bisnis kreatif melalui wadah ini. (nzl/MK)
Editor: Agus S




