1.219 Balita di Bontang Masuk Kategori Prevalensi Stunting

BONTANG – Berdasarkan data hasil dari jumlah rincian Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, sebanyak 1.219 balita di wilayah Kota Bontang masuk dalam kategori prevalensi stunting, per kelurahan. Kelurahan Loktuan menjadi kelurahan paling mendominasi.

Sehingga, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang secara resmi meluncurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil yang mengalami permasalah gizi. Program tersebut diresmikan secara langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Dirinya menyampaikan bahwa, untuk penanganan stunting menjadi permasalahan yang sangat serius di Bontang, dan pemerintah mengupayakan untuk mengambil langkah dengan cepat dalam penanganan stunting.

Sebelumnya dari data jumlah balita stunting di tiap kelurahan wilayah Kota Bontang, seperti Kelurahan Tanjung Laut Indah 124 balita, Kelurahan Tanjung Laut 113 balita, Kelurahan Berbas Tengah 92 balita, Kelurahan Bontang Lestari 86 balita, Kelurahan Berbas Pantai 82 balita, Kelurahan Guntung 65 balita, serta Kelurahan Bontang Kuala 45 balita.

Selanjutnya di Kelurahan Gunung Telihan terdapat sebanyak 99 balita, Kelurahan Api-Api 77 balita, Kelurahan Bontang Baru 71 balita, Kelurahan Gunung Elai 51 balita, Kelurahan Belimbing 50 balita, Kelurahan Satimpo 33 balita, dan di Kelurahan Kanaan sebanyak 18 balita.

Baca Juga:  Pelepasan Kontingen Bontang Menuju Raimuna Nasional XVII 2023

“Maka kami mengupayakan di 2027 mendatang, angka stunting di Bontang bisa turun menjadi 14 persen. Targetnya lebih cepat tiga tahun dibandingkan dengan target nasional, yang diperkirakan sampai hingga di 2030 mendatang,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.