BONTANG – Sebanyak 136 remaja dari 17 Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) se-Kota Bontang, mengikuti Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana (Genre). Jambore kali ini mengusung tema “Stop Stunting, Start Caring Tanpa Fatherless, Generasi Berkualitas,” di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang beberapa waktu lalu.
Stunting, yang menjadi perhatian serius nasional, serta isu fatherless atau hilangnya peran ayah dalam pengasuhan, menjadi dua faktor kunci yang dapat memengaruhi tumbuh kembang generasi muda.
“Masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas remaja saat ini. Kita berada dalam era dengan akses informasi yang sangat terbuka, namun tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks dan penuh ketidakpastian. SDM unggul dimulai dari keluarga yang berkualitas. Keluarga yang berkualitas melahirkan remaja-remaja yang sehat, berkarakter, dan siap membangun masa depan,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur Nurizky Permana Jati mengutip dari PPIDPemkotBontang.
Ia juga menekankan, bahwa pemerintah, baik pusat maupun daerah, memiliki tanggung jawab untuk memastikan remaja di Bontang dan Kalimantan Timur tumbuh menjadi generasi yang siap bersaing dan membawa perubahan positif.
“Gunakan kesempatan jambore ini bukan hanya untuk berkompetisi, tapi juga untuk belajar dan berbagi pengalaman. Ini adalah momen untuk tumbuh bersama,” katanya.
Kegiatan jambore ini juga menjadi panggung bagi para remaja PIK-R untuk unjuk gigi dalam berbagai kompetisi, seperti presentasi program unggulan, pentas seni, dan edukasi kesehatan reproduksi remaja.
Editor: Yusva Alam




