BONTANG – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang, Sudi Priyanto menanggapi soal lambatnya pihaknya mengeluarkan penghargaan Satya Lencana dari Presiden, yang dikeluhkan seorang ASN beberapa waktu lalu.
Dirinya menyampaikan, bahwa pihaknya selalu melayani secara rutin tiap tahun, dan kalaupun ada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengeluhkan keterlambatan keluarnya penghargaan tersebut, kemungkinan besar di dua data tersebut tidak masuk secara bersamaan.
“Kalau yang kemarin itu sepertinya yang datang hanya data online saja, data fisiknya menyusul. Kan seharusnya bersamaan ada dua, data fisik dan online,” ucapnya saat ditemui, Selasa (15/7/2025).
Sudi menuturkan, nantinya BKPSDM akan mengeluarkan penghargaan Satya Lencana tersebut. Dirinya berupaya untuk mengurusnya di tahun ini. Jadi, tidak terjeda hingga sampai di 2026 mendatang.
“Insyaallah di tahun ini kita urus semuanya. Sebab jika di tahun depan, belum diusulkan itu Satya Lencana,” ungkapnya secara terburu-buru.
Sebelumnya diberitakan, terdapat 3 pegawai Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bontang yang mengeluhkan lambatnya keluar penghargaan Satya Lencana.
Arif bersama dengan ketiga rekannya telah mendapatkan penghargaan Satya Lencana dari Presiden di dua kategori, yakni 10 dan 20 tahun.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai tanda kehormatan bagi PNS yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, serta kedisiplinan dalam melaksanakan tugasnya.
Namun diduga kesalahan dari oknum pegawai BKPSDM, sehingga Arif dan rekannya tidak menerima penghargaan itu.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




