Harga Beras Masih Tinggi Pasca Isu Oplosan

BONTANG – Pedagang pasar mengakui adanya kenaikan harga beras, semenjak adanya isu dugaan beras oplosan yang beredar beberapa waktu lalu.

Salah satu pedagang beras Pasar Taman Telihan, Ciptanto menyatakan sebelum adanya isu tersebut ia masih menjual beras dengan harga termurah yakni Rp 14.000 per kilogram, namun kini ia menjual Rp 16.500 per kilogram.

“Pas ada isu itu, kami sempat order ke supplier yang di pulau Jawa, tapi mereka bilang tidak bisa melakukan pengiriman,” terangnya, Jumat (19/9/2025).

Untuk itu pihaknya perlu melakukan pemesanan dari supplier yang dari Sulawesi, “Karena di Jawa tidak mengirim, permintaan di Sulawesi meningkat, jadi meningkat juga harganya,” ujarnya.

Ia mengatakan, beberapa merk yang berasal dari Jawa sudah mulai kembali melakukan pengiriman, namun sempat mengirim merk yang berbeda dari apa yang mereka pesan. Intensitas pengiriman juga berkurang, yang awalnya sebulan dua kali, ini hanya sebulan sekali.

“Sempat minta merk apa yang dikirim beda, tapi ini sudah sama, intensitasnya saja berkurang,” tuturnya.

Baca Juga:  Hadirkan Denny Caknan, Konser Abang Poteh A.J.A Volume 2 Dilaksanakan 13 Juni 2024 Mendatang

Sama halnya dengan Suparti yang juga menjual beras, ia menjual paling murah Rp 17.000 dan tidak berani mengambil merk-merk yang sekiranya tidak diminati oleh masyarakat lantaran takut tidak laku.

“Saya ambil yang orang familiar aja di supplier jadi cepat habis, habis ada isu kemarin harga naik sedikit-sedikit sampai akhirnya di Rp 17 ribu, nggak turun-turun,” tambahnya.

Ia mengakui tidak banyak masyarakat yang mengungkapkan keluhan terkait tingginya harga beras, “Tidak mungkin juga mereka ngeluh di depan kita,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.