Kendala Teknis MBG: Buah Cepat Basi, Menu Monoton, hingga Pengantaran Molor

BONTANG – Evaluasi perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap sejumlah kendala teknis yang harus segera dibenahi. Salah satu yang paling banyak dikeluhkan sekolah adalah makanan cepat basi, terutama pada buah.

Kepala Regional SPPG BGN Bontang, Surya Dwi Saputra, menyebut hal itu karena penyimpanan yang kurang tepat. “Buah sering bercampur dengan hawa panas dari nasi atau sayur, sehingga lebih cepat rusak,” jelasnya.

Untuk mengatasi, dapur akan mulai membagi jam masak menjadi dua shift. Selama ini baru satu dapur yang menerapkan pola tersebut.

Selain itu, menu yang dinilai monoton juga mendapat sorotan. Sekolah menilai sajian masih berputar pada tahu atau sayur tertentu, yang kurang cocok untuk anak SD. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, meminta variasi menu diperhatikan, misalnya menyesuaikan ukuran lauk dan mengganti jenis sayur.

Masalah lain adalah keterlambatan distribusi. Ada laporan pengantaran yang molor hingga satu jam dari jadwal yang disepakati, sehingga mengganggu jam belajar. Surya mengakui hal ini juga dipicu miskomunikasi antara pihak sekolah dan relawan pengantar.

Baca Juga:  Simpan Sabu di Pintu Kamar Mandi, MS Dibekuk Polisi

Tak hanya itu, ada pula keluhan piring makan sekali pakai (ompreng) yang kadang telat diambil kembali. Semua persoalan ini akan dibenahi secara bertahap agar kualitas layanan MBG semakin baik.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.