SAMARINDA – Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mematangkan persiapan atlet-atlet terbaiknya dalam Training Center (TC) menjelang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Mamuju. Kegiatan persiapan ini berlangsung di DPD Gerindra Kaltim pada Senin (3/11/2025) pukul 11.30 Wita.
Ketua Pengprov Percasi Kaltim yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, mengungkapkan bahwa Kaltim akan mengirimkan 36 atlet—terdiri dari putra dan putri—untuk berlaga di kategori catur klasik.
“Kami berharap atlet Kalimantan Timur bisa memberikan warna di Kejurnas nanti dan mengharumkan nama Percasi Kalimantan Timur. Target utama kami adalah tiga besar,” ujar Reza Fachlevi.
Optimisme ini bukan tanpa alasan. Percasi Kaltim menurunkan sejumlah atlet berpengalaman. Di sektor putra, di antaranya Sultan dan Aswin, sementara di sektor putri terdapat Epi dan Cerisa. Program pembinaan yang dilakukan secara komprehensif sejak awal juga menjadi modal penting dalam menghadapi Kejurnas kali ini.
“Kami sangat optimis sekali karena melihat kinerja kita dari awal, mulai dari pembinaan bibit-bibit muda Percasi, kemudian juga bagaimana meng-upgrading dari skill daripada atlet, pelatih, dan juga wasit kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, Reza menyampaikan harapan agar Percasi Kaltim dapat menjadi pilot project atau kiblat catur nasional di masa mendatang.
Dalam kesempatan itu, Percasi Kaltim juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kaltim, khususnya Dispora dan KONI Kaltim, atas dukungan penuh terhadap pembinaan atlet dan pengembangan olahraga catur di daerah.
“Kami juga membuka pintu selebar-lebarnya kepada para perusahaan maupun bapak angkat yang ingin bergabung ke dalam Percasi Kalimantan Timur untuk pembinaan maupun pengembangan catur di Kalimantan Timur,” pungkas Reza, sembari mengajak sektor swasta turut serta memajukan olahraga catur di Benua Etam.
Selain mengirimkan atlet, Kaltim juga akan menurunkan dua wasit nasional yang bertugas sebagai juri dalam Kejurnas tersebut, menambah kebanggaan tersendiri bagi Percasi Kaltim. (MK)
Editor: Agus S




