SAMARINDA – Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, mendesak percepatan perbaikan fender Jembatan Mahakam yang hingga kini tak kunjung menunjukkan progres jelas. Ia menilai kondisi fender yang rusak merupakan ancaman serius bagi keselamatan jembatan, terutama ketika kapal melintas di bawahnya.
Hasanuddin mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan Komisi II DPRD Kaltim, pengerjaan fender semestinya sudah tuntas pada September atau paling lambat November 2025. Namun hingga hari ini, tidak ada kejelasan mengenai progres pekerjaan.
“Sampai sekarang kita belum tahu juga, itu sudah jadi atau belum. Kalau belum, berapa persen?” ujarnya seusai rapat di Gedung D Kompleks DPRD Kaltim, Rabu (19/11/2025).
Untuk mencari kepastian, Komisi II menjadwalkan hearing pada 26 November 2025. Rapat itu akan menghadirkan KSOP, Pelindo, Perusda MBS, kepolisian, Polair, dan Kejaksaan. DPRD ingin memastikan seluruh pihak memahami urgensi perbaikan serta mempercepat penyelesaiannya.
Hasanuddin menegaskan bahwa fender adalah sistem pertahanan utama bagi struktur jembatan. Tanpa fender yang layak, benturan kapal berisiko langsung mengenai tiang utama dan berpotensi memicu kerusakan besar.
“Fender itu penahan utama kalau ada kapal lepas kendali. Kalau tiang utama yang ditabrak, saya yakin itu paling tidak miring. Dan kalau sudah miring, itu bencana nasional,” tegasnya.
Ia mengingatkan kembali tragedi runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar) pada 2011 sebagai pelajaran penting. Menurutnya, kegagalan fender Jembatan Mahakam akan berdampak luas, mulai dari macetnya arus masyarakat hingga terhambatnya mobilitas logistik di Samarinda.
“Kapal tidak bisa lewat, masyarakat tidak bisa menyeberang. Dampaknya sangat luas.”
DPRD Kaltim juga telah mengusulkan pembatasan sementara operasional kapal berbobot di atas 500 Gross Register Tonnage (GRT) selama perbaikan berlangsung. Namun, Hasanuddin menilai kebijakan itu belum dijalankan maksimal.
“KSOP sebagai regulator dan Pelindo sebagai operator mestinya bisa menghentikan aktivitas satu atau dua hari untuk memastikan fender sudah layak. Ini malah terus jalan,” kata dia.
Hasanuddin memastikan DPRD Kaltim tidak ingin menunggu hingga terjadi insiden berikutnya. Ia menegaskan pihaknya akan terus mengawal penyelesaian perbaikan fender hingga benar-benar tuntas demi keselamatan masyarakat dan menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi di Sungai Mahakam. (um/MK)
Editor: Agus S




