SANGATTA — Sebanyak 36 pelanggar terjaring Operasi Zebra Mahakam 2025, Jumat (21/11/2025) kemarin. Mayoritas merupakan pengendara roda dua (R2).
Dalam operasi tersebut, Satlantas Polres Kutim menghadirkan cosplay edukasi lalu lintas sebagai inovasi kampanye keselamatan. Keberadaan cosplay ini menarik perhatian masyarakat dan menjadi pengingat bahwa penegakan hukum tidak hanya bersifat represif, tetapi juga edukatif.
Kasat Lantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Harismeihendra, mengungkapkan bahwa pelanggaran didominasi pengemudi R2 yang tidak memiliki kelengkapan administrasi.
“Dari 36 pelanggar, 17 tidak memiliki SIM, 6 SIM kedaluwarsa, dan 7 tidak membawa STNK. Ini menunjukkan kepatuhan berlalu lintas masih rendah,” jelasnya.
Dalam operasi tersebut, petugas juga melakukan penyitaan terhadap 7 unit sepeda motor, sementara pelanggar lain diberikan tilang sesuai ketentuan.
“Kami tetap mengutamakan edukasi, namun tindakan tegas perlu diterapkan demi keselamatan. Cosplay edukasi kami hadirkan agar pesan keselamatan diterima masyarakat dengan cara yang lebih ramah,” tambah AKP Rezky.
Sementara itu, Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, mengapresiasi langkah kreatif Satlantas dalam Ops Zebra Mahakam 2025. Menurutnya, keseimbangan antara penegakan hukum dan edukasi adalah strategi penting dalam menekan angka pelanggaran.
“Keselamatan adalah prioritas. Penindakan dilakukan untuk mencegah kecelakaan, bukan sekadar memberi hukuman. Pendekatan humanis ini akan terus kami kembangkan,” tegasnya.
Operasi Zebra Mahakam 2025 akan berlangsung hingga akhir November dengan fokus pada pelanggaran berisiko, seperti pengendara tanpa SIM, kendaraan tanpa kelengkapan teknis, serta pengendara yang tidak memakai helm standar. Polres Kutim mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan demi keselamatan bersama.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




