IKN Targetkan Serapan Anggaran 96,9 Persen Hingga Akhir 2025

NUSANTARA — Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) diproyeksikan mencatat lonjakan serapan anggaran signifikan hingga mencapai 96,9 persen pada 31 Desember 2025. Hingga 21 November, realisasi anggaran baru berada pada angka 55,9 persen atau sekitar Rp 4,99 triliun dari total pagu efektif Rp 8,92 triliun. Namun, Otorita IKN meyakini peningkatan besar akan terjadi pada November hingga Desember seiring masuknya pembayaran kontrak-kontrak besar pada pembangunan batch 2.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa porsi anggaran terbesar akan terserap melalui pembayaran kegiatan kontraktual dan uang muka kontrak tahun jamak yang dimulai tahun ini. Paket pekerjaan batch 2 yang baru diteken pada rentang Oktober hingga Desember menjadi motor utama kenaikan serapan anggaran. Tahun pertama kontrak tahun jamak dialokasikan sebesar Rp 3,68 triliun. Dari jumlah tersebut, nilai pekerjaan fisik mencapai Rp 3,59 triliun yang mencakup 15 paket pembangunan, sementara pekerjaan nonfisik yang meliputi manajemen konstruksi dan layanan teknis lainnya bernilai Rp 91,4 miliar yang terbagi dalam 13 paket kerja.

Baca Juga:  Terpikat IKN, Fascreeya Indonesia Audiensi dengan OIKN Bahas IFC dan Galeri Showcase

Basuki mengungkapkan bahwa pagu anggaran OIKN sebenarnya sempat lebih besar, yakni Rp 10,08 triliun sebelum dilakukan efisiensi menjadi Rp 8,92 triliun. Rendahnya realisasi sementara terjadi karena tambahan pagu sekitar Rp 4 triliun baru disetujui pada September 2025, sehingga sebagian besar kontrak baru mulai bisa berjalan dalam triwulan terakhir. Meski demikian, ia optimistis penyelesaian kontrak dan progres lapangan yang kini bergerak cepat akan mampu mendorong realisasi hingga 96,9 persen pada akhir tahun.

Kontrak-kontrak utama batch 2 telah ditandatangani dalam dua gelombang. Pada 31 Oktober, OIKN meneken tiga paket besar yaitu pembangunan jalan dan kawasan pendukung KIPP 1A senilai Rp 1,1 triliun, manajemen konstruksi induk senilai Rp 8,6 miliar, serta pembangunan jalan kawasan Yudikatif senilai Rp 1,9 triliun. Kemudian pada 10 November, dilakukan penandatanganan enam paket tambahan di Kemenko 4 yang mencakup lima paket manajemen konstruksi serta satu paket pembangunan jalan kawasan kompleks Legislatif dengan total nilai Rp 1,1 triliun.

Melalui percepatan pembayaran kontrak dan penyelesaian seluruh pekerjaan strategis, OIKN berharap pembangunan IKN tetap berada dalam jalur yang telah direncanakan. Proyeksi serapan mendekati 100 persen ini menjadi indikator penting bagi kelancaran pembangunan infrastruktur inti IKN yang ditargetkan rampung bertahap pada 2026. (MK)

Baca Juga:  Hari Gizi Nasional, Otorita IKN Dorong Ketahanan Pangan Keluarga Lewat Pasar Murah dan Edukasi Gizi

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.