PD Salimah Bontang Suarakan Isu Kekerasan Digital di Kampanye Anti Kekerasan Perempuan dan Anak

BONTANG – PD Salimah Kota Bontang meraih prestasi membanggakan dengan menempati posisi Juara 3 dalam Lomba Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang. Kegiatan berlangsung di Auditorium 3 Dimensi, Rabu (3/12/2025), dan diikuti enam peserta dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Bontang, seluruhnya merupakan ketua organisasi perempuan.

Ajang ini menampilkan berbagai kampanye kreatif yang fokus pada isu kekerasan, termasuk kekerasan digital yang kini semakin marak menyasar perempuan serta anak. Penilaian dilakukan oleh tiga juri, yaitu Abdul Hakim, Suriadi Said, dan Nur Kalbi Agus Haris, dengan indikator ketepatan pesan, kreativitas, teknik komunikasi, dan relevansi isu.

Para pemenang dalam lomba tersebut yaitu:

  1.  Juara 1 – Rahayu Rusdiyanti (Ketua TP PKK Kecamatan Bontang Utara)
  2. Juara 2 – Delfi Inggria (Ketua TP PKK Kelurahan Tanjung Laut), dengan kampanye “Kami Tidak Akan Diam, Kekerasan Digital Harus Dilawan”
  3. Juara 3 – Nur Rohmawati (Ketua PD Salimah Kota Bontang), dengan kampanye “Akhiri Kekerasan Digital terhadap Perempuan dan Anak Perempuan”
Baca Juga:  DPRD-Pemkot Bontang Tanda Tangani Perubahan KUA-PPAS 2022

Delegasi PD Salimah Bontang dalam kampanyenya menekankan pentingnya peran perempuan dalam menghadapi ancaman kekerasan digital yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Sebagai perempuan sekaligus ibu, mari kita meningkatkan literasi digital agar terhindar dari kekerasan digital serta lebih disiplin mengawasi anak-anak saat menggunakan gadget, terutama saat bersosial media. Yang tidak kalah penting adalah kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dan komunitas perempuan agar korban memiliki ruang aman untuk melapor. Faktanya, masih banyak perempuan dan anak yang takut bersuara,” demikian salah satu pesan dalam kampanye tersebut.

Pesan tersebut mendapat perhatian peserta karena relevan dengan maraknya kasus perundungan daring, pencurian data, hingga penyalahgunaan konten digital yang banyak menyasar perempuan dan anak, namun sering tidak dilaporkan.

Ketua panitia mengingatkan bahwa peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan bukan hanya seremoni tahunan, tetapi ajakan moral agar masyarakat lebih peka dan berani bertindak terhadap berbagai bentuk kekerasan.

“Kekerasan tidak hanya merusak fisik dan psikis, tetapi juga menghancurkan masa depan dan kualitas generasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Data Jumlah Honorer Berbeda, BKPSDM Masih Validasi

Ia menekankan pentingnya peran PKK, GOW, dan DWP sebagai organisasi dengan jaringan luas untuk menjadi pelopor edukasi, pencegahan, serta advokasi terkait isu kekerasan.

Dengan capaian ini, PD Salimah Bontang berharap dapat terus memperkuat edukasi masyarakat mengenai kekerasan digital, dan memperluas ruang aman bagi perempuan serta anak.

Organisasi ini berkomitmen menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan Kota Bontang yang aman, ramah, serta peduli terhadap perlindungan perempuan dan anak. (rls)

Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.